June 15, 2024

RR : Petani Tebu Kian Galau Akibat Impor Gula Ugal-Ugalan Ala Pemerintah

Pena7.com, Jakarta — Ekonom senior Rizal Ramli menegaskan kebijakan ugal-ugalan pemerintah dalam impor gula sangat merugikan petani tebu.

Bahkan kata RR, kebijakan yang telah dilaporkan ke KPK dan Bareskrim Polri itu telah menjadi ajang perburuan rente oleh para elite politik, pejabat, pedagang dan pengusaha.

“Ada skema yang membuat rakyat Indonesia menjadi ketergantungan terhadap impor gula,” jelas Mantan Menko Perekonomian itu dalam talkshow TV One Kamis malam (24/1).

Sebagaimana diketahui pada periode 2017-2018 Indonesia berada di urutan pertama negara pengimpor gula terbesar di dunia dengan volume impor mencapai 4,45 juta ton.

Jumlah impor tersebut telah menyebabkan Indonesia mengungguli Tiongkok yang berada di posisi kedua dengan jumlah 4,2 juta ton dan Amerika Serikat yang hanya mengimpor 3,11 juta ton.

Menurut Ketua Dewan Pembina Asprindo itu, impor gula sebetulnya sah-sah saja, jika memang dibutuhkan, begitupula dengan revitalisasi pabrik gula agar meningkatkan produksi gula dalam negeri.

“Tapi ini yang terjadi kan, kelebihan impor gula yang terjadi saat ini. Bayangkan saja, petani merasa kerugian ketika mereka mencoba memproduksi tebu yang lebih banyak, tapi takut, karena apa? Jikapun mereka panen pasti hasilnya kalah dengan gula impor,” terangnya.

RR juga mebjelaskan bahwa kebijakan impor yang dilakukan Pemerintahan Jokowi bertolak belakang dengan program Trisakti yang menjadi andalan “menu kampanye” pada tahun 2014 lalu.

“Saya dulu kagum betul dengan mas Jokowi saat kampanye dengan menyebut ‘kita harus tolak impor pangan’, namun apa yang terjadi saat ini, menterinya malah doyan impor dan gak sesuai dengan Trisakti,” imbuhnya.

Mantan Menko Maritim itu juga menyesalkan Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris justru merupakan negara pengimpor gula terbesar di dunia.

Ironisnya kata dia, Presiden Jokowi selalu mengkampanyekan stop impor namun bersamaan dengan itu strategi dan kebijakan dari mentri-mentrinya justru sebaliknya, malah mengimpor ugal-ugalan.

“Hasilnya, Indonesia importir gula terbesar didunia. Penerima quota impor pesta pora, petani gulanya tidak laku dan harganya jatuh. Mr. President, who you are working for ?” jelasnya. (**Red)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *