May 23, 2024

USTAD YUSUF MANSYUR : KAGUM KANTOR IPC

Pena7,Jakarta -Kesetabilan Emotional Spiritual Question (ESQ) pada seluruh karyawan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), rutin melaksanakan kajian atau tausyiah agama,setiap Rabu (23/1).

Kali ini IPCC menerima kunjungan Ustad Yusuf Mansur. Dalam kunjungan tersebut, Ustad Yusuf Mansur selain mendengarkan paparan yang disampaikan oleh manajemen IPCC yang dalam hal ini diwakili oleh jajaran direksi IPCC ia pun juga melakukan penjajakan penanaman saham di IPCC yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Juli 2018.

Saat kedatangannya, Ustad Yusuf Mansur bersama dengan Chiefy Adi Kusmargono selaku Direktur Utama IPCC ditemani oleh Sofyan Gumelar selaku Corporate Secretary dan Reza Priyambada selaku Investor Relation melakukan pengamatan dan berkeliling ke ruangan kantor sebelum mendengarkan paparan dari manajemen IPCC di Innovation Room, Gedung IPCC lantai 2. Dalam pengamatannya, Ustad Yusuf Mansur terkesima dengan suasana dan atmosfir kantor IPCC.

“Saya tidak mengira kantor di pelabuhan yang merupakan anak perusahaan BUMN/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) ada yang seperti ini. Kesan yang saya tangkap, pelabuhan itu keras, panas, dan jauh dari mana-mana. Tapi, saya kagum dengan suasana, energi dan spirit kantor IPCC dan penyambutan yang ramah dan bersabahat,” ungkap Ustad Yusuf Mansur.   Dia menambahkan jika suasana kantor IPCC hampir sama dengan kantor fintech dan milenial banget.

Sembari berjalan menikmati suasana setiap sudut kantor sambil live di salah satu akun medsos yang dimiliki beliau, wooou kereeen ini representasi wajah masa depan, kebahagiaan dan kebanggaan Indonesia.

Presentasi bisnis dan kinerja perseroan diawali oleh paparan bisnis dan industri pelabuhan oleh Chiefy Adi K selaku Direktur Utama IPCC. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan kinerja industri pelabuhan dan potensi bisnis yang dimiliki oleh pelabuhan, khususnya oleh IPCC. Tidak ketinggalan, company highlight juga turut disampaikan termasuk juga berbagai penghargaan yang diterima perseroan.

Berikutnya, paparan terkait key investment highlight disampaikan oleh Salusra Wijaya selaku Direktur Kepatuhan. Ia juga menyampaikan meningkatnya permintaan akan kendaraan seiring dengan potensi penduduk Indonesia dan adanya aturan ganjil genap membuat industri otomotif bertumbuh sehingga perseroan akan terkena imbas positifnya. Tidak hanya itu, ia juga menambahkan kebutuhan akan alat berat untuk industri komoditas juga turut memberikan dampak yang baik bagi perseroan.

Arif Isnawan selaku Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis juga menyampaikan meningkatnya aktivitas bisnis dan pengembangannya memberikan dampak positif pada kinerja perseroan yang ditandai dengan meningkatnya pendapatan, EBITDA, hingga laba bersih yang pertumbuhannya sangat baik di kisaran 30 hingga 40 persen. Selain itu, berbagai rasio seperti ROA, ROE, dan EBITDA margin juga mengalami peningkatan.

Sedangkan Indra Hidayat Sani selaku Direktur Operasional menambahkan terkait kinerja lalu lintas cargo baik domestik maupun internasional. Adapun komposisi cargo, ia sampaikan, tidak banyak mengalami perubahan antara domestik dan internasional dimana komposisinya internasional lebih besar dibandingkan domestik. Akan tetapi, secara persentase terlihat adanya peningkatan. Pengangkutan cargo domestik 2018 meningkat menjadi 33,3 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar 15 persen. Sementara, porsi internasional di 2018 sebesar 88,78 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar 92,7 persen.

Terakhir, paparan kinerja keuangan disampaikan oleh Sugeng Mulyadi yang menjelaskan perkembangan terbaru kinerja keuangan hingga kuartal ketiga 2018. Selain itu, ia juga menyampaikan guidance 2019 dimana perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan antara 25 hingga 30 persen; EBITDA margin ditargetkan bertumbuh 40 hingga 45 persen; hingga kebutuhan capex sebesar Rp 335-340 miliar.

Adapun presentasi yang dibawakan oleh BOD IPCC bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai performansi bisnis IPCC guna memberikan justifikasi terhadap minat Ustad Yusuf Mansur dalam berinvestasi di saham IPCC.

Setelah mendengarkan paparan kinerja dan operasional hingga pengembangan bisnis perseroan oleh manajemen IPCC, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian Tausyiah oleh Ustad Yusuf Mansur. Dalam Tausyiahnya, beliau menyampaikan bahwa ia sebagai pendiri Paytren memiliki visi yang tidak jauh berbeda dengan IPCC dimana mengedepankan nasionalisme bangsa. Ia juga menambahkan kepada seluruh karyawan untuk menjadi Muslim dan Muslimah yang sejahtera secara ekonomi.” Sehingga, selain mensejahterakan diri dan keluarganya, para Muslim dan Muslimah pun diharapkan mampu untuk mensejahterakan orang lain, masyarakat, bangsa dan negara,”ungkapnya.(DM)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *