June 15, 2024

Memilih Diam Dalam Hal Debat Capres atau Pilihan Politik Jelang Pemilu 2019

Pena7.com, Jakarta- Saya Lebih Memilih #SecangkirKopi, sambil menikmati senja dan Sebatang rokok agar saya bisa membuat narasi hati untuk diri sendiri.

Karena Sebetulnya Semua kandidat itu baik, Apalagi pendukungnya bisa lebih Bicara baik, katena hal itu penting bagi nation branding.

Karena Bicara itu diperlukan untuk membangun persepsi positif, terkait dengan karakter, identitas, dan value yang dimiliki. Termasuk image tentang politik saat ini yang penuh kegaduhan dan terkesan saling cakar-cakaran dan menghalalkan segala cara.

Dinamika komunikasi politik kita saat ini diwarnai oleh gambaran buram yang diwarnai oleh perilaku aktor politik yang nyaris mendominasi kita setiap detik, setiap menit, setiap jam dalam hari-hari dengan mengumbar kata-kata persuasif, klise, dan terkadang bohong, disertai foto narsistik, dan seringkali tidak memberi inspirasi bermakna.

Saat ini dalam panggung politik Indonesia telah terjadi banyak distorsi yang penuh kegaduhan dan kepalsuan. Meminjam ungkapan Yudi Latif, saat ini bangsa kita sepertinya sedang memasuki “peradaban dangkal”, yang senang memuja apa yang terlihat “luar biasa” meski penuh “kepalsuan”.

Realitas politik saat ini menjadikan masyarakat awam bingung dalam memaknai realitas yang nyata atau maya. Yang asli atau manipulatif dalam dunia yang melebur penuh kegaduhan yang disumbang oleh para politisi. Juga konflik yang berkembang di media sosial.

Oleh : ROY WIJAYA
Tukang Kuli di Film

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *