December 2, 2022

Kemakmuran Petani Akan Wujudkan Kemajuan Indonesia

Pena7.com, Jakarta – Ekonom Senior Rizal Ramli menegaskan kemakmuran petani menjadi salah satu faktor kemajuan suatu negara.

“Taiwan maju karena petaninya makmur begitu juga Jepang dan Korea karena petaninya makmur, padahal petani di sana hanya punyai lahan 0,5 hektar,” jelas RR di Jakarta beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu kata RR pemerintah kedepan harus memiliki kebijakan yang pro petani bukan pro pertanian.

“ Kalau kebijakan pro pertanian maka yang nikmati hanya yang besar-besar saja,” tegasnya lagi

Ketua Dewan Pembina Asprindo ini menuturkan salah satu kebijakan pro petani yang mendesak adalah penentuan harga dasar (floor price) untuk beras, jagung dan gula.

Kata dia, dengan adanya penentuan harga dasar pada tiga komoditi tersebut maka akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani padi, petani jagung dan petani tebu.

Menurut RR dengan penerapan harga dasar pada tiga komoditi itu maka akan terjadi peningkatan pendapatan petani 10 persen untuk setiap kali panen.

Selain itu kata dia dalam setiap 7 tahun, petani akan mendapatkan peningkatan penghasilan sebanyak dua kali (doble income).

“Maka setiap petani yang mendapatkan doble income maka daya beli masyarakat kita akan kuat sehingga produk-produk industri kita akan dibeli oleh mereka,” jelas RR.

Lanjut RR kebijakan pro petani yang lain yang harus diambil oleh pemerintah ke depan adalah dengan tidak mengimport saat panen.

Menurut dia, kebijakan import pada saat panen telah menyebabkan instabilitas harga yang pada akhirnya merugikan petani itu sendiri.

Lebih jauh dia menerangkan dengan adanya kebijakan pemerintah yang pro petani maka setidaknya akan menumbuh kembangkan semangat generasi muda untuk terjun pada bidang pertanian.

“Profesi petani akan menjadi solusi bagi pengurangan angka pengangguran dan dalam menurunkan angka kemiskinan karena petani semakin berdaya,” jelas RR lagi.

Dia menambahkan dengan kebijakan yang pro petani itu maka setidaknya akan terserap tenaga kerja sebanyak 3,5 juta dan akan terjadi peningkatan ekonomi sebanyak 1,5 %.  (Red)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *