September 29, 2022

PEKAT IB : Jika Dihapus Kurikulum Agama di Sekolah, “Moral Anak Didik tambah Merosot”

H. Markoni Koto

Pena7.com, Jakarta – Rencana Pemerintah yang akan menghapus kurikulum agama di sekolah umum mengundang polemik di masyarakat.

Ketua Umum DPP. Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) H. Markoni Koto menilai jika pemerintah telah menghapus kurikulum agama di sekolah umum, maka dipastikan moral anak didik menjadi bertambah merosot. Pasalnya, saat ini banyak anak didik yang moralnya merosot sehingga perlu diperbaiki dengan pendekatan nilai-nilai religius.

“Kita lihat banyak anak didik yang moralnya merosot akibat pengaruh teknologi. Kita ini telah berada di era modern, era digital. Dimana teknologi dapat merusak moral anak kita bila tidak dibekali dengan pengetahuan agama. Jadi kehadiran pendidikan agama di sekolah umum jangan sampai ditiadakan,” kata Markoni kepada Pena7.com di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurut Markoni, penghapusan kurikulum pendidikan agama di sekolah umum sama halnya ikut menghilangkan salah satu sila dalam pancasila.

“Saya kira rencana pemerintah menutup kurikulum pendidikan agama di sekolah umum tidak sesui dengan asas pancasila,” pungkasnya.

Markoni menegaskan, bahwa Indonesia adalah negara bangsa yang religius karena terdiri dari beberapa agama besar.

“Agama yang dianut masyarakat Indonesia seperti Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu,” sebut Markoni.

Lebih lanjut, pria berdarah Minang ini mengharapkan agar pemerintah mengurungkan niat untuk menghapus kurikulum agama di sekolah umum.

“Saya berharap pemerintah perlu bijak dalam mengambil kebijakan ini, dan perlu berpihak kepada masyarakat dalam hal ini siswa-siswi yang tengah menimba ilmu di sekolah umum,” harapnya. (Arum)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *