Thu. Dec 2nd, 2021

Situasi Tak Menentu, ILUNI UI SPs Gelar Kuliah Umum Kebangsaan

Gubernur Lemhannas, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo dan Ketua Umum Iluni UI Dr. Audrey G. Tangkudung, S.S.,M.Si

Pena7.com, Jakarta – Ikatan Alumni Universitas Indonesia, Sekolah Pascasarjana menggelar Kuliah Umum Kebangsaan. Acara tersebut dilaksanakan atas kerjasama ILUNI UI Sekolah Pascasarjana dengan Sekolah Ilmu Lingkungan dan Sekolah Kajian Statejik dan Global.

Kuliah Umum Kebangsaan yang bertajuk “Strategi Pertahanan dan Keamanan Nasional Dalam Menghadapi Serangan Proxy War” ini berjalan baik, lancar yang penuh khidmat dan dilaksanakan di Gedung IASTH Lantai 3, Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, pada Jum’at (27/09).

Peserta Kuliah Umum itu yang berjumlah kurang lebih 250 orang, menghadirkan Gubernur Lemhannas, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo untuk menyampaikan orasi ilmiahnya dalam acara kuliah umum kebangsaan tersebut dan acara itu dimoderatori oleh Dr. Sidratahta Muchtar, M.Si.

Pada kesempatan itu, Agus Widjojo mengatakan bahwa Pertahanan dan Keamanan sejatinya tidak menyatu, sebab fungsi dan perannya sangat berbeda.

“Pertahanan itu perannya TNI dan Polri berperan dalam menjaga keamanan dalam negeri. Polri disebut sebagai institusi penegak hukum, sementara TNI sebagai alat tempur dalam mempertahankan Negara,”kata Agus Widjojo saat menyampaikan orasi ilmiah dalam kuliah umum kebangsaan.

Menurutnya, meski TNI memiliki peran sebagai pasukan tempur, namun dalam pelaksanaannya harus mendapatkan persetujuan dari Presiden.

“Secara politik TNI adalah milik presiden. Jika situasi di sebuah daerah, kita tidak harus menyalahkan TNI dan Polri sebab yang punya kewenangan adalah Presiden. Namun jika dalam keadaan darurat, maka dapat dilaksanakan kepala daerah,” terangnya.

Ia juga mengatakan, dalam penanganan hukum, polri memiliki peranan yang sangat signifikan. Pasalnya, dalam menjalankan fungsi sebagai penegak supremasi hukum, polri didukung penuh Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Bicara soal Proxy, Agus mengatakan, Proxy itu adalah sebuah strategi untuk menaklukkan musuh. Ada berbagai macam proxy. Proxy ini, kata Agus, sudah lama dikenal negara dunia.

“Negara-negara berkembang zaman dulu menggunakan proxy sebagai strategi melumpuhkan lawan. Dulu waktu zaman penjajah, Belanda menggunakan politik proxy yaitu adu domba,” paparnya.

Di akhir kegiatan tersebut, saat ditemui oleh media, Ketua Umum Iluni UI Dr. Audrey G. Tangkudung mengatakan bahwa Paparan yang disampaikan oleh Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo yaitu, “Strategi Pertahanan dan Keamanan Nasional dalam Menghadapi Serangan Proxy War”. Sangat tepat dengan situasi sekarang ini, hal itu sangat kontekstual.

Disampaikannya juga bahwa apa yang diutarakan Gubernur Lemhannas mengenai Proxy War itu tepat sekali kondisi yang terjadi sekarang ini karena ada Lembaga dan Organisasi yang mengadu domba, mengerahkan mahasiswa untuk demonstrasi, ada menjalankan dan menunggu hasil kejadian untuk mencapai sesuatu yang diharapkan. (Red)

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *