December 2, 2022

Destinasi Wisata akan Hadir di Desa Campurjo Polman-Sulbar

Jurnalmetropol.com – Program Pengembangan Desa Sejahtera Mandiri adalah program dari Kementerian Sosial (kini juga Kementerian Desa) Republik Indonesia. Program ini di-launching pada tahun 2014 seiring dengan kebijakan Presiden Joko Widodo tentang pembangunan Desa melalui Launching Gerakan Desa, Gerakan Pembangunan Desa semesta yang diperkuat dengan terbitnya Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Pengembangan model Desa Sejahtera Mandiri mengakomodir empat dari sembilan prioritas program pembangunan tahun 2015-2019 yang ada pada Nawa Cita. Keempat program dimaksud meliputi (3) membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan; (5) meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia; (8) melakukan revolusi karakter bangsa; dan (9) memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Arah kebijakan dari program Nawa Cita (3) membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

UU Desa merupakan instrumen hukum untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan kemandirian desa. Desa di sini adalah: desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, (selanjutnya disebut desa), adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Upaya pemerintah mewujudkan Desa Sejahtera dan Mandiri merupakan strategi membangun ekonomi pinggiran yang memungkinkan warga desa dan kelompok masyarakat miskin di desa memperoleh apa yang mereka inginkan dan perlukan bagi dirinya maupun keluarganya. Strategi ini merupakan upaya untuk menolong mereka yang mencari dan menggantungkan kehidupan di desa untuk memperoleh lebih banyak manfaat dari hasil pembangunan

Terkait dengan Program Pemerintah mengenai Desa Sejahtera dan Mandiri, maka salah satu Desa yang ada diwilayah Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat tepatnya di Desa Campurjo berencana membangun Destinasi Wisata dengan luas lokasi sekitar 3 hektar.

Kepala Desa Campurjo Usman Padong

Ketika dikonfirmasi rencana tersebut, Kepala Desa Campurjo Usman Padong lewat messenger whatsappnya kepada Redaksi jurnalmetropol.com, pada Minggu (01/12/2019), membenarkan dan menyampaikan rencana pembangunan Destinasi Wisata itu, karena Desa sangat dituntut untuk berinovasi dan adapun sumber dananya dari dana Desa.

Dikatakannya, untuk tahun ini akses jalan menuju lahan tersebut sudah dikerjakan sepanjang 70 x6 meter dengan anggaran dana desa, serta pembangunan tanggul sepanjang 350 meter tahap pertama.

Menurutnya, untuk anggaran berikutnya tahun 2020 nantinya 50 persen dana Desa akan diplot kesana kalau dana desa 800 juta kalau cair seperti tahun ini 800 juta. “400 juta di Plot kesana dan 50 persennya untuk pembangunan infrastruktur 3 dusun serta pemberdayaan dan pencegahan stunting, yaitu pemberian susu kepada balita dan anak,”urainya.

“Destinasi Wisata dibangun untuk mengarah ke Desa Mandiri, kalau Destinasi sudah ada dan berjalan, semua lini akan respon, karena itu tadi dituntut untuk berinovasi, agar bisa nantinya Desa bisa biayai wilayahnya sendiri,”jelas Kades Usman.

Kades Usman Padong juga mengatakan bahwa rencana pembangunan Destinasi Wisata diwilayahnya dari Dinas Pariwisata sangat mendukung dan tetap merespon, karena itu Program Presiden Jokowi turun ke daerah dan Desa dituntut untuk berinovasi.

Rencana Pembangunan Destinasi Wisata tersebut, dari jalan raya Polman Sulbar berjarak 1 Kilometer lokasinya di Kampung Rawa Tampoan Dusun kama kaco Desa Campurjo. (Kamal)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *