December 9, 2022

Kontak Tembak dengan KKB Papua, Satu Anggota Satgas Pamtas RI-PNG jadi Korban

Pena7.com, Jayapura – Kodam XVII/Cenderawaih mengklaim pelaku penembakan Satuan Tugas (Satgas) Yonif 713/SatyaTama, saat pengambilan logistik berasal dari kelompok separatis bersenjata pimpinan Jefrizon Pagawak yang biasa menempati Markas Victory di Papua Nugini.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto, menyebutkan kejadian penembakan menyerang 10 orang anggota Satgas Pamtas RI-PNG di Pos Bewan Baru yang dipimpin oleh Serda Miftachur Rohmat yang berangkat ke Pos Kali Asin untuk mengambil logistik atau bahan makanan bagi anggota TNI.

“Anggota dihadang dan ditembaki di jembatan kayu yang rapuh. Pelaku penembakan menggunakan senjata laras panjang. Anggota langsung berpencar mencari perlindungan dan membalas tembakan ke kelompok tersebut,” kata Kapendam, dilansir bumipapua.com pada Senin (30/12/2019).

Lanjut Eko, dalam kejadian itu, baku tembak antara anggota TNI dan kelompok bersenjata terjadi sekitar 15 menit.

“Anggota Satgas berhasil memukul mundur kelompok tersebut. Serda Miftachur Rohmat terkena luka tembak dan meninggal di tempat. Sementara Prada Juwandhy Ramadhan terkena luka tembak (rekoset) pada pelipis kanan dan pinggang kiri dan saat ini dalam perawatan RS Marthen Indey,” jelasnya.

Pasca-penembakan, Kodam Cenderawasih menutup akses-akses pelarian yang mungkin akan digunakan oleh kelompok tersebut ke negara Papua Nugini, serta langsung melakukan koordinasi dengan Konsulat RI yang ada di Papua Nugini, guna langkah diplomatik untuk penanganan kasus tersebut.

“Pos-Pos Pamtas sepanjang Indonesia dan Papua Nugini juga diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan, serta kesiapsiagaan guna antisipasi aksi-aksi lanjutan dari KSB (KKB Papua),”jelas Kapendam.  (Sumber/Red)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *