December 2, 2022

TPK Koja : Penguatan Dermaga,Terabaikan SDM

Jakarta, Jurnalmetropol.com – Perusahaan Terminal Petikemas Koja (TPK Koja), hasil patukan IPC dan Hutchison telah menguatkan dermaga sepanjang 600 meter, yang akan dijadwal pekerjaannya awal Januari  2020.

Selain itu, TPK Koja akan mengoperasikan tiga unit gantry crane jenis super panamax untuk melayani kapal petikemas generasi ke empat dengan kapasitas angkut diatas 10.000 TEUs.

“Adanya pemasangan alat canggih tersebut akan memberikan kontribusi besar kepada perusahaan, “kata Sekretaris Perusahan (Sekper) TPK Koja, Safuan didampingi Kahumas, Capten Didit Soediyoto dan staf humas Agus S, usai perayaan HUT TPK Koja ke 22 di Jakarta, pada Rabu (26/2).

Dia membenarkan,bahwa TPK Koja akan mengoperasikan 3 unit super post Panamax dengan jangkauan atau row 22 sampai 27 meter yang berarti sudah mampu bersaing dengan Terminal Petikemas tetangga yakni New Port Container Terminal 1 (NPCT1), dengan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Seperti tahun 2019, pencapaian  throughput petikemas yang dilayani TPK Koja mencapai 814.000 TEUs mengalami kenaikan sekitar 3% ya dibanding 2018 yang hanya mencapai 889.000 TEUs. Prestasi throughput tersebut masih dibawah 2017 yang pernah mencapai 1.092.

672 TEUs atau diatas kapasitas TPK Koja yang hanya 1 juta TEUs per tahun. Dan ketika ditanya target tahun  2020, apakah tercapai seperti tahun-tahun sebelumnya ? “Hal yang bisa dikatakan akan mendekati. Dengan alasan tadi, adalah adanya perbaikan dermaga.”Minimal mendekati tahun sebelumnya,”kata Safuan.

Direncanakan juga TPK Koja akan mengoperasikan 8 unit gantry crane dan saat ini ada 7 unit gantry crane. Sebab 2 gantry crane akan diganti dengan 3.Adanya hal tersebut memberikan produktivitas muat sekitar 26 sampai 27 BSH (Boss/Ship/Hours) dan dan untuk bongkar bisa 30 BSH.

Kedepan kata Safuan, adanya penguatan dermaga dan beroperasinya tiga unit crane pada tahun 2022,TPK Koja dapat bersaing throughput dengan NPC 1. Lebih jauh Safuan katakan, crane super panamax post bertujuan mengantisipasi kunjungan kapal yang trennya semakin besar. Seperti OOCL di TPK Koja memakai kapal generasi IV, dengan volume 18 ribu sampai 20 ribu TEUs perbulan. TPK Koja juga menambah fasilitas RTG  atau Tenggo dan head truck pendukung operasional yang harus menyesuaikan dengan container crane super post.

Atas dasar itu semua, manajemen TPK Koja perlu juga memperhatikan SDM untuk menganalisasi perkembangan Terminal Petikemas yang akan hadir seperti Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Karena penerima dan pemberi informasi sama-sama menguntungkan, jika dibangun SDMnya.

Fungsi masing-masing,misalanya yang telah terjalin antara pembawa berita (Jurnalis) dengan Manajemen TPK Koja yang awalnya terbangun dalam memberi informasi dan menerima, pada Kamis (27/2/2020), telah menjadi rancu kemitraannya, lantaran pihak lembaga Kehumasan TPK Koja menagih janji atas pertemuan sekumpulan Jurnalis yang tergabung dalam organisasi kewartawanan Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) dengan Sekper, Humas TPK Koja, sekitar perkembangan penguatan dermaga.

Dengan dalil keterlambatan pemuatan berita, yang berujung meng-whatshap dengan bahasa,”cape-cape kasih data. Gak dimuat juga….lain jika mau ketemu tujuannya ngapain gitu…..,”ucap Agus S, staf humas TPK Koja.

Dan dia pun menambahkan. “Kalau saya sih saklek aja. Kalau tiap kesini duit. Gak ada kontribusi mendingan dibatasi sekalian 1 bulan sekali,”tambah Agus.

Padahal diketahui, pihak para jurnalis ini tidak pernah meminta sesuatu atau pun memaksa untuk diberitakan timbal balik dalam pemberitaan. Dan perlu diketahui. Jurnalis dalam menuangkan isi berita dari hasil wawancara atau konformasi ada sisi nilai pertimbangan dimuat atau tidaknya itu berita. Tergantung nilai yang dikandung isi berita itu. Dan hasil dialog itu pun termuat di media masing-masing jurnalis dengan keterpaksaan. (Delly M)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *