December 2, 2022

Survive dengan Modal Kreatifitas dan Sosialita

Jurnalmetropol.com – Berpendapat bahwa rakyat miskin di Indonesia bertambah adalah sebuah realita yang tidak terelakan, terlebih bila pandemi covid-19 ini terus terjadi berkepanjangan.

Beberapa indikator pendukung perihal diatas  dapat dilihat dengan kasat mata.

1. Membengkaknya   jumlah angka pemgangguran.

2. Penyebab no.1  sudah  barang  tentu dapat kita  lihat dari kenaikan  jumlah pekerja harian, buruh dan pegawai rendahan yang  terkena PHK.

3. Di sektor informal rakyat kecil menjerit, para pedagang kaki ,  lima, kuli pasar,  kuli bangunan  tidak berdaya  kehilangan  mata pencahariannya.

4. Peningkatan angka  kejahatan kriminalitas di beberapa kota.

Apabila kita telaah permasalahan di atas maka  penanganan  bantuan khusus untuk mereka yang berada di lapisan ekonomi terbawah masih sangat diperlukan, dengan istilah bantuan tidak hanya sekedar memberi umpan namun juga harus memberi kail agar mereka dapat melanjutkan kehidupan secara mandir.

Muhammadiyah dan Uhamka secara bersama-sama dengan jejaring sosial lainnya telah memberikan contoh dan inspirasi kepada kita semua, agar bagaimana kita semua berbuat tabaru dan ber taawun,  saling berpegangan tangan beribadah dan menolong antar sesama atas nama kemanusiaan.

Di bawah ini merupakan contoh dari apa yang sedikit  kita punya namun dengan kreatifitas  masih bisa berbuat baik untuk sesama.

1. Seorang ibu hobi menjahit berawal dari ingin membantu masyarakat dari kesulitan dalam memperoleh   masker. Aktifitas sang ibu diawali dengan memgumpulkan  kain bekas yang  masih layak, keahlian menjahitnya telah mengubah puluhan lembar kain bekas tersebut  disulap menjadi ratusan  masker untuk kemudian  disumbangkan kepada masyarakat

2. Salah satu yayasan,”Ini membantu   dengan   membayarkan    tagihan listrik  kepada masyarakat miskin dengan tagihan listrik   dibawah 100.000 per bulan agar mereka dapat tetap memperoleh    pasokan  listrik sehingga dapat  melanjutkan  aktifitas ekonomi sehari-hari dalam mencari maisah, seperti membuat  kue untuk  kemudian dijual

3. Beberapa musisi  pun tidak kalah   kiprahnya, misal  beberapa waktu lalu seorang artis (kini  pada saat tulisan ini dibuat beliau telah meninggal dunia)   almarhum seorang  yang rendah hati walaupun sudah terkenal dan disukai banyak  masyarakat , beliau telah berhasil   mengumpulkan dana miliaran utnuk membantu masyarakat yang  membutuhkan dengan melakukan konsel musik amal virtual bekerjasama  dengan beberapa stasiun televisi

Seorang muslim percaya bahwa momentum terbaik adalah  saat ini waktunya memanen pahala  dimana kepada siapa yang berbuat kebaikan di bulan Ramadhan sebagai bulan Syahrun Mubarak ditambah di masa pandemi covid-19, maka niscaya  Allah balas dengan  melipatgandakan pahala kepada dirinya, sebagaimana dengan hadist: Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan, maka Allah melipat gandakan pahala baginya

Semoga kita dimasukan Allah ke dalam surga dari salah satu pintu dimana di bulan Ramadhan ini  pintu surga telah dibuka lebar dan pintu neraka telah ditutup  bagi orang-orang yang bertaqwa.

Dengan kreatitifitas dan modal social semoga  kita dapat berkontribusi sekecil apapun dalam membantuu saudara kita yang belum beruntung sehingga kita bersama-sama dapat survive melalui musibah global ini, Aamiin.

Penulis : Rita Satria, SE, MM (Dosen Program Studi Manajemen S1 Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *