Mon. Jul 6th, 2020

Upaya Menghadirkan Guru Berdaya

Jurnalmetropol.com, Jakarta – Pada konsep Merdeka Belajar, semua pemangku kepentingan diharapkan berdaya dan memberdayakan. Contoh konkretnya yakni guru penggerak. Ada pun peran pemerintah pada filosofi Merdeka Belajar yakni lebih fokus sebagai enabler yang memberdayakan ekosistem berbudaya inovasi.

“Pemerintah sebagai enabler dengan visi Merdeka Belajar berarti guru-guru berdaya. Itu paling penting. Itu sangat mudah diucapkan, tapi selalu ternyata engagement saya dengan teman-teman guru, kepala sekolah, ini ternyata yang paling susah ya,”kata Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahril pada Grand Launching Program #BantuKuatkanGuru, pada Jumat (19/6/2020).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril mengungkap pendidikan dalam masa pandemi Covid-19, guru tidak perlu fokus pada penuntasan kurikulum. Pembelajaran yang diberikan guru harus menyesuaikan dengan kemampuan murid dan hal ini menjadi poin utama saat penyesuaian kurikulum.

“Tapi selalu saja ada pertanyaan walaupun ketika saya mengomunikasikan, ketika melakukan presentasi, sudah bilang kurikulum tidak perlu dituntaskan dan lain-lain, nanti timbul pertanyaan-pertanyaan yang masih kurikulum gimana ya? Padahal sudah dibilang ‘enggak apa-apa pak’. Jadi ada semacam blocker dalam mindset mental bahwa informasi sudah diberikan, tapi ternyata selama ini cara bekerjanya ya seperti itu. Jadi perlu diyakinkan sampai berkali-kali,”tutur Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahril.

Upaya dari Kemendikbud untuk membantu satuan pendidikan di antaranya dengan BOS Reguler selama masa pandemi Covid-19 yang dapat digunakan untuk pembayaran guru honorer, pembayaran tenaga kependidikan jika dana masih tersedia, belanja kebutuhan belajar dari rumah seperti pulsa, paket data, layanan pendidikan daring berbayar, dan belanja kebutuhan kebersihan terkait pencegahan Covid-19 seperti sabun, pembasmi kuman, dan penunjang kesehatan lainnya.

“Ada pertanyaan untuk BOS reguler, boleh enggak ya untuk beli internet? Masih takut-takut gitu. Perlu diyakinkan padahal secara regulasi sudah eksplisit, dikomunikasikan, tapi memang untuk berdaya itu PR yang luar biasa. Jadi butuh perjuangan untuk memberdayakannya,”tutur Iwan Syahril.

“Tanggung jawab yang sudah berdaya ini penting. Filosofinya menggerakkan. Tidak bisa sendirian. Bagaimana melepaskan yang selama ini belenggu-belenggu yang jadi blocker-blocker.  Merasa jadi berdaya kunci utamanya huge jump, lompatan yang sangat luar biasa, tapi itu sangat kita perlukan. Menurut saya itu paling penting untuk bisa bergerak ke depan,”tambah Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahril di akhir kegiatan tersebut. *(Usup)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *