Tue. Aug 4th, 2020

PT HIP Buol Ditutup Mulai 1 Agustus 2020

Lokasi kebun kelapa sawit, PT HIP Modo Buol, Sulteng

Jurnalmetropol.com, Buol – PT. Hardaya Inti Plantations (PT HIP) Modo Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah  salah satu perusahaan swasta nasional yang berinvestasi  di Kabupaten Buol sejak tahun 1995.

Perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit dan pengolahan minyak mentah sawit Cruit Palm Oil (CPO) memperkerjakan sebanyak 3000 karyawan 80 persennya karyawan adalah warga kabupaten Buol, dan 20 persennya pekerja dari luar .

Dampak Positif ekonomi dari investasi PT HIP untuk kabupaten Buol meningkatkan perekonomian kabupaten Buol, sirkulasi financial di kabupaten  di lima tahun sebelumya yang bersumber dari gaji pekerja, PPN, PPH dan lainya  hingga mencapai 360 milyard pertahun.

Kondisi ini memicu naiknya daya beli masyarakat kabupaten Buol dan menambah gairah dunia penyertaan modal perbankan, serta  menambah kelajuan pertumbuhan ekonomi mikro warga setempat.

Sejak lima tahun terakhir perusahaan yang salah satu pemilik sahamnya adalah Siti Hartati Murdaya Poo telah diterpa berbagai persoalan, namun perusahaan yang tergabung dalam Cakra Citra Murdaya (CCM) group tetap kokoh, padahal kondisi produktifitas pengolahan CPO telah menurun, cost operasional terus melambung tinggi, terdampak akibat inflasi dan penurunan daya beli exportir serta capital down.

Di tahun 2020 guncangan besar kembali menerpa Perusahaan bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit disituasi sulit akibat balance lost antara capital out follow dan capital in follow. Penurunan produksi buah tandan segar (TBS) kelapa sawit, penurunan  Produksi CPO, harga jual CPO menurun dan tidak mendapat jaminan label market.  Angka pembayaran Upah Minimum Provinsi (UMP) terus naik dalam pertahun sedangkan angka produktifitas dan produksi cenderung menurun, dalam kondisi sulit PT HIP masih juga Kokoh.

Memasuki triwulan kedua tahun 2020 badai bencana nasional  pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Pemerintah daerah kabupaten menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan beberapa perusahaan besar kolap tutup akibat tidak mampu bertahan, dengan kondisi sulit terpaksa PT HIP  merumahkan 960 karyawan.

Namun kali ini PT HIP benar –benar menujukkan keputusan manajemen perusahaan yang menyatakan bahwa mulai tanggal 01 Agustus 2020 akan menutup total aktifitas PT HIP Modo. Hal ini disampaikan oleh General Manejer Plantatiaons masyarakat ( GM Plasma) Nurul Huda saat dikonfirmasi wartawan di areal perkebunan Modo kabupaten Buol, Rabu (29/7/2020). Pria asal satu kampung dengan Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok mengatakan bahwa PT HIP tidak main- main dalam mengambil keputusan untuk menutup total seluruh aktifitas perusahaan di Modo kabupaten Buol provinsi Sulawesi Tengah.

Menurutnya, di situasi sulit apapun sebelumnya masih berusaha untuk kokoh dan tetap memperhatikan kondisi sosial masyarakat, dengan berbagi di situasi pandemi membagikan paket sembako kepada 1000 kepala keluaraga yang terkena dampak ekonomi akibat Covid-19, masih membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana Covid-19,tetapi kali ini atas aksi demontrasi masa yang dilakukan oleh Ormas LSM local yang menyebabkan terhentinya aktifitas produksi dan produktifitas perusahaan selama sepekan lebih yang mengakibatkan tidak ada kenyamanan aktifitas karyawan, tidak adannya jaminan keamanan investasi, dan mengakibatkan kerugian besar perusahaan menjadikan perhatian pemilik saham PT HIP.

Masih menurut Nurul Huda bahwa pemilik saham PT HIP tidak hanya Siti Hartati Murdaya tetapi pemilik saham PT HIP ada beberapa orang. Hasil keputusan dalam rapat pemilik saham PT HIP Modo kabupaten Buol di tutup mulai tanggal 01 Agustus 2020 sampai tidak ditentukan batas waktu.

Padahal menurut Nurul Huda hampir setengah karyawan yang di rumahkan di situasi pandemi covid-19 sudah dipanggil untuk dipekerjakan kembali.

“Mulai tanggal satu Agustus nanti perusahaan ditutup total, aktifitas  produksi baik di kebun maupun di pabrik, semua karyawan di rumahkan akibat adanya gangguan oleh LSM lokal membuat semua karyawan  tidak nyaman lagi, membuat semua karyawan ketakutan untuk beraktifitas, diancam, dicari, kendaraan angkutan CPO dihadang tidak boleh lewat,pabrik ditutup dan laen-laen. dan perlu diketahui bahwa pemilik saham di PT HIP ini bukan hanya Ibu tetapi ada beberapa orang,”ungkap GM Plantations.

Tambahnya, walaupun pemilik saham yang lain memutuskan PT HIP untuk di tutup tetapi  Siti Hartati Murdaya selaku salah satu pemilik saham meminta kepada pemilik saham lainya agar diberikan waktu satu bulan untuk evaluasi untuk dimungkinkan kondisi dapat dipulihkan kembali, karyawan dapat beraktifitas dengan tenang dan nyaman, aktifitas kendaraan pengiriman CPO berjalan lancar kembali, pabrik dapat beroperasi kembali namun Jika tidak dapat normal kembali pemilik saham Siti Hartati Murdaya dengan berat hati sepakat ditutup.

 (Bambang Joko Sugito)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *