Mon. Aug 3rd, 2020

Pemdes Winangun Berharap PT HIP Jangan Ditutup

Camat Bukal Budianto saat menerima piagam dari Kepala BPS Buol,,kategori kecamatan terbaik dalam sensus penduduk online 2020

Jurnalmetropol.com, Buol – Pemerintah desa Winangun Kecamatan Bukal mengharap kepada Pemilik Saham PT Hardaya Inti Plantations  (PT HIP ) Modo di Jakarta untuk tidak menutup Perusahaan dengan alasan apapun.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Winangun Jamil Mahmud (46)  kepada wartawan saat dikunjungi di kediamanya desa Winangun, Sabtu (01/08/2020).

Menurutnya, PT HIP harus tetap berjalan dan menjalankan aktifitasnnya sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit dan produksi Cruid Palm Oil (CPO), Jika ada permasalahan baik eksternal ataupun internal diselesaikan dengan mencari solusi.

Dikatakannya, pemerintah desa bersama warga sangat membutuhkan keberadaan PT HIP untuk tetap beroperasi dan jangan ditutup disebabkan hampir seratus persen penduduk warga Desa Winangun bergantung ekonomi kepada PT HIP. 620 kepala keluarga Warga winangun terlibat langsung sebagai pekerja PT HIP dan selebihnya sebagai petani kebun kelapa sawit mandiri  dan sebagai anggota petani sawit revitalisasi

Semua kebutuhan hidup dan biaya hidup bergantung kepada PT HIP. oleh sebab itu kepala Desa Winangun berharap PT HIP jangan ditutup.

“Sekitar 1.600 jiwa warga kami kebutuhanya  diperoleh dari PT HIP, dari 620 kepala keluarga 400 KK bekerja sebagai karyawan. selebihnya sebagai petani sawit dan seratus persen warga punya kebun sawit. Saya sebagai pemerintah Desa yang di tempati lokasi PT HIP berharap kepada pemilik saham di Jakarta yang lain termasuk Ibu Siti Hartati Murdaya untuk tidak menutup,”bebernya.

Terpisah Camat Kecamatan Bukal berharap PT HIP tidak ditutup, menurutnya cukup besar warga Buol mengantungkan harapam hidup dan masa depan keluarga di PT HIP. perjalanan  operasi Perusahaan masih panjang begitu juga harapan  para pekerja untuk dapat memperoleh penghasilan sebagai karyawan. hanya saja Camat Budianto melihat jaminan keamanan bagi PT HIP dan investasi.

“Sebaiknya jangan ditutup, terlalu banyak warga Buol yang menggantungkan harapan masa depannya di Perusahaan ini, masih panjang perjalanan baik Perusahaan itu sendiri maupun para pekerja (Koperasi dan Serikat) yang masa kontrak dan perjanjian yang belum tuntas, Pertanyaan kemudian apa jaminan keamanan infestasi PT HIP di Kab ini jika keadaan semakin tidak menentu terutama pada masa tenggang waktu 2 bulan sampai tanggal 1 Oktober seperti yang di ultimatum Ibu Murdaya, Maka yang di pertaruhkan adalah kredibilitas Polri dalam hal ini Polres Buol,”harapnya Camat Bukal. (Bambang Joko Sugito)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *