September 27, 2022

Inspirator Petani Udang Paname di Desa Negeri Lama Buol

Moh Singara petani tambak udang paname Buol sedang memperluas tambak di Desa Negeri Lama Buol

Jurnalmetropol.com, Buol – Di tengah situasi Pandemi Corona Virus Covid-19, Seorang Apartur Sipil Negara (ASN) mampu mengugah inspirasi Pengembangan budidaya ikan air payau udang paname di kabupaten Buol Sulawesi Tengah.

Mohamad Singara Sosok ASN golongan IV. A asal dari Desa Negeri Lama kecamatan Bokat selain melaksanakan tugas rutin sebagai ASN juga sebagai petani udang tambak.

Atas kesuksesan bertani tambak kini pria yang juga menjabat sebagai sekertaris Bawaslu kabupaten Buol juga menjadi sosok inspirator para petani tambak di wilayah kabupaten Buol.

Dengan kepiawaianya mengelola waktu dirinya dapat memdapatkan hasil tambahan penghasilan sebagai petani udang. meskipun aktivitas sebagai petani belum lama. tetapi dengan memperoleh penghasilan sebagai petani udang merupakan kebanggaan tersendiri.

Berkat inspirasinya berhasil membudidayakan udang paname sekitar 1200 hektar potensi lahan tambak udang di kabupaten, pemerintah pusat merespon menjadikan kabupaten Buol sebagai salah satu daerah kawasan penyuplay kebutuhan udang paname nasional.

Mohamad Singara saat ditemui wartawan di lokasi tambaknya seluas 2 hektar di desa Negeri Lama, Sabtu (31/10/2020) menuturkan bahwa dirinya memulai membudidaya udang paname di situasi pandemi Covid -19 dirinya memanfaatkan waktunya untuk mengelola lahan tambak milik bersama keluarganya.

Dengan teknis sederhana alakadarnya biaya sendiri mencoba memanfaatkan peluang waktu membudidaya udang paname. berawal dengan biaya kecil dirinya membeli benur udang sebayak 49000 benur, kemudian ditaburkan di satu kolam ukuran kecil dengan pemeliharaan yang sangat tidak memadai ternyata saat panen
hasilnya cukup mengembirakan. Dengan benur itu dapat panen udang siap dipasarkan sebanyak 868 kg dengan angka penjualan per kg Rp.65.000. Selisih angka modal daan penjualan mencapai 10 kali lipat.

Oleh itu tuturnya, pada musim budidaya keduanya ini pengelolaanya akan ditingkatkan menjadi semi intensif . Dengan modal yang diperoleh dari hasil penjualan perdana pada budidaya kedua dimaksimalkan.

Pihaknya akan meningkatkan budidaya dengan menyiapkan empat kincir untuk empat kolam dan juga menyiapkan pakan udang produksi pabrikan serta telah menyiapkan benur yang lebih banyak lagi.

Dirinya berharap pada musim budidaya kedua dapat mencapat target panen sebanyak 4 ton dari empat kolam dengan demikian pendapatan yang diperoleh mencapai angka
260 juta dalam waktu 85 hari.

“Setiap ada kemauan pasti ada jalan, panen kemarin panen perdana, saya kelola sangat sederhana dan tidak maximal hanya memanfaatkan waktu yang ada, pemberian pakan yang ala kadarnya, tidak ada kincir atau yang lain , pokoknya sangat sederhana saja, biaya yang besar pembelian benur totalnya sekitar 8 jutaan lah. Tapi Alhamdulillah saat panen dan dijual mendapatkan angka lumayan untuk nambah modal budidaya berikutnya,”tuturnya kepada wartawan.

Tambahnya, pada budidaya keduanya dirinya lebih semangat apa lagi telah mendapatkan sport dari pemerintah daerah dan pusat terkait harga dan pasar yang cukup baik bahwa harga produksi udang paname terus melaju naik sesuai permintaan pasar dunia dan pasar nasional.

Pada bulan oktober lalu tambak udang miliknya di kunjungi Dirjen Kementrian Kelautan dan Perikanan bersama Asdep bidang budidaya ikan air payau Kementrian Koordinator Kemaritiman. (Bambang Joko Sugito)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *