Wed. Dec 2nd, 2020

Kelurahan Tegalbesar di Jember Distribusikan JPS Provinsi Jatim dan Tetap Patuhi Prokes

Ket foto: Warga menerima bantuan dari Jaring Pengaman Sosial (JPS) Provinsi Jatim

Jurnalmetropol.com, Jember – Sejumlah ratusan warga mendatangi kantor Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates, Jember, Rabu (18/11/2020). Mereka hendak mengambil bantuan dari pemerintah.

Sebelumnya, warga penerima manfaat ini dihubungi oleh pihak Kelurahan untuk datang ke kantor Tegalbesar.

Menurut keterangan Lurah Tegalbesar, Anto Purwanto, ST, hari ini dibagikan bantuan dari Provinsi Jawa Timur dalam program Jaring Pengaman Sosial (JPS).

“Hari ini dibagikan bantuan uang tunai masing-masing dua ratus ribu rupiah (200.000) kepada enam ratus dua puluh limas (625) penerima manfaat,”ucap Lurah Anto.

Pembagian dilaksanakan dengan protokol kesehatan, penerima dan petugas memakai masker, antri dengan menjaga jarak dan sebelum memasuki pendopo kelurahan sudah mencuci tangan.

Dari data yang dikonfirmasi di Kecamatan Kaliwates, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Tegalbesar masuk tiga besar setelah Kelurahan Jemberkidul dan Kaliwates. Hal ini sangat dimaklumi mengingat jumlah penduduknya terbilang banyak sekitar 35.000 jiwa lebih terbagi 7 lingkungan (kampung), 45 RW dan 187 RT.

Masih menurut Anto, ada selisih 32 KPM dari pencairan kedua disebabkan penerima tidak ditemukan. “Setelah kita croscek dan verifikasi ulang jumlahnya berkurang,”kata Lurah bergelar Sarjana Teknik itu.

Secara demografi wilayah Tegalbesar banyak terdapat perumahan baik besar maupun kecil. Bisa dimungkinkan mobilitas penduduknya tinggi. Ada yang sudah pindah domisili tanpa bisa dilacak keberadaannya atau alasan lain.

Pengawalan keamanan dari babinkamtibmas Bripka Raynald (Polsek Kaliwates), Serka Slamet Hariyadi (Koramil) dan Murdianto Pol PP Kecamatan.

Salah seorang penerima bantuan, Dhimas Alfiansyah yang tinggal di Perum Taman Gading merasa senang. Dhimas, “Bantuan ini sangat berarti mas buat saya dan keluarga”.

Sehari-hari ia hanya membantu pekerjaan ibunya yang seorang tukang rias pengantin. Saat ini job hajatan sepi gara-gara pandemi covid-19. Dhimas berharap keadaan kembali normal dan bisa bekerja seperti sediakala. (Sigit)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *