September 27, 2022

Diduga Tidak Sesuai RAB, Koalisi Wartawan/LSM Minta PPTK dan Fasilitator Tinjau Kembali Proyek DAK SMPN 2 Bangkala

Foto: Ilustrasi

Jurnalmetropol.com, Jeneponto – Program Bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020, melalui Kemendikbud Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara Swakelola yang melibatkan tim dari struktur Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) sebagai pelaksana kegiatan.

Enam item pekerjaan adalah pembangunan Jamban Diswa 1 unit, rehab ruang kelas 6, rehab ruang perpustakaan 1 unit, rehab ruang guru 1 unit, rehab ruang Laboratorium komputer 1 unit dan rehab ruang Laboratorium IPA 1 unit, dengan total Anggaran 964. 200.000 (Sembilan Ratus Enam Puluh Empat Dua Ratus Ribu Rupiah).

Kepala Sekolah memang seringkali mendapat teguran dari PPTK dan Fasilitator terkait penggunaan bahan konstruksi namun tidak pernah mengindahkannya.

Kepala Sekolah yang akrab disapa Kahar Saat dikonfirmasi oleh Tim Koalisi Wartawan dan LSM mengatakan bahwa Proyek pekerjaan di SMPN 2 Bangkala sudah sesuai dengan Rab, namun faktanya temuan yang ada diduga bahwa pemakaian bahan konstruksi pekerjaan banyak yang tidak sesuai dengan spesifikasinya.

Sesuai dengan hasil pantauan Langsung oleh Tim koalisi Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Provinsi Sulawesi Selatan, Serikat Pers Reformasi Nasional (SEPERNAS), Ketua DPC Kabupaten Jeneponto M. Arif K, Gerakan Anti Korupsi Republik Indonesia (GERAK RI) Syamsuddin, pada Kamis (19/11/2020), yang disaksikan langsung oleh Kepala Sekolah, diduga banyak yang tidak sesuai dengan perencanaan awal RAB. Hal tersebut dibuktikan sesuai dengan fakta pemakaian bahan konstruksi pekerjaan memang tidak sesuai dengan spesifikasinya.

Di tempat terpisah Sekjen Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Sulawesi Selatan, Syafaruddin mengatakan, kepada media ini bahwa 6 item proyek pekerjaan di SMPN 2 Bangkala memang terkesan ambaradul dan banyak yang tidak sesuai dengan spesifikasi pemakaian bahan konstruksinya, sehingga kami menduga adanya Mark up anggaran yang berimbas kepada mutu dan kualitas dari pekerjaan.

“Sehingga kami meminta kepada PPTK dan Fasilitator untuk meninjau kembali proyek DAK SMPN 2 Bangkala terkait pemakaian bahan konstruksi dari pekerjaan tersebut,”harapnya, Senin (30/11).

Ketua Sepernas DPC Jeneponto bahkan mengatakan DAK SMP 2 Bangkala wajar dibongkar karena lebih parah dari SMP 2 Rumbia yang sudah dibongkar beberapa hari yang lalu. (Arif)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *