Thu. Dec 2nd, 2021

Komjen Pol Boy Rafli Amar Mengerucut Jadi Calon Kuat Kapolri

Jurnalmetropol.com, Jakarta – Bursa Calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang semula muncul 4 figur jenderal bintang tiga, kini justru mengerucut ke satu nama yang sejak awal disebut-sebut sebagai kuda hitam. Sedang untuk Pati bintang dua tak ada lagi kesempatan alias tertutup sudah.

Ke empat Pati bintang tiga yang sejak awal disebut-sebut adalah Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Waka Polri Komjen Gatot Eddy Pramono dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar. Nama yang terakhir inilah yang diposisikan sebagai kuda hitam dalam bursa calon Kapolri, kini justru mengerucut menjadi calon tunggal. Namun demikian semua bisa berubah total karena memang belum final.

Seiring berjalanannya waktu, nama Komjen Boy Rafli Amar terus melejit dan menjadi bahan perbincangan. Ia tidak banyak eksen tetapi mengerjakan apa yang harus dikerjakan sebagai tanggungjawabnya.

Sementara Komjen Listyo Sigit yang menjadi pesaing berat justru mendapat serangan telak setelah ada “nyanyian sumbang” Irjen Napoleon Bonaparte yang tersandung kasus Djoko Tjandra.

Sedangkan Kabaharkam Komjen Agus Andrianto yang konon ada kedekatan dengan Istana, namanya masih cukup diperhitungkan. Mantan Kapolda Sumatera Utara ini terus bekerja dan bekerja seolah tak hirau pencalonan dirinya dalam bursa calon kapolri.

Nama Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar tak disangka dan dinyatakan justru yang saat ini menjadi perbincangan berbagai kalangan dan malah mewarnai obrolan di level warung kopi. Boy dianggap memiliki karier cukup bagus, selain kelebihan dalam hal komunikasi karena pernah menjadi Kabid Humas Polda Metro Jaya dan Kadiv Humas Polri.

Kelebihan Boy Rafli yakni dia banyak didukung kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh penting di negeri ini. Tentu berharap besar, selain mampu menaggulangi masalah radikalisme, intoleran dan lainnya, masih banyak pekerjaan berat di antaranya Pilkada Serentak dan Pilpres 2024 nanti.

Jenderal Bintang Tiga Polri ini memang cukup santer dikabarkan menjadi salah satu kandidat kuat pengganti Idham Aziz. Nama Boy menguat bersama dua nama jenderal polisi lain, yakni Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono serta Kabaharkam Komjen Pol Agus Andrianto. Jika Boy dan Gatot Eddy alumni Akpol 1988, Agus Andrianto angkatan 1989.

Boy Sangat Layak

Staf Pengajar Universitas Tarumanagara, Dr Urbanisasi, memprediksi Boy Rafli sangat layak untuk menjadi Kapolri. Selain sosok humanis, ia juga memiliki kemampuan komunikasi ke segala lini.

“Hal ini merupakan modal sekaligus Prestasi Komjen Boy Rafly ketika Menjadi Kadiv Humas Polri,”kata Urbanisasi di Jakarta, Senin lalu.

Lebih lanjut Urbanisasi mengatakan, salah satu prestasi terbaik Boy Rafli sebagai perwira polisi adalah ketika bertugas di Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror.

“Kasus Terorisme yang ditangani pak Boy termasuk kasus berskala besar dan jangkauannya internasional, beliau menangani kasus bom Bali,”ujar Urbanisasi.

Dalam menangani kasus Bom Bali, Boy banyak berhadapan dengan para pelakunya seperti Amrozi, Imam Samudra, Muklas, Ali Imron, Doktor Azhari, Nurdin M Top. Bahkan, dengan Ustaz Abu Bakar Baa’syir, ketua pesantren Ngeruki Solo yang dulu membaiat orang-orang atau pelaku-pelaku bom Bali.

“Loyalitas pengabdian, profesionalisme dan integritas Boy Rafli tak diragukan lagi. Kredibilitas, kompetensi, mental dan moral sangat baik. Lebih penting dan utama lagi, setia pada negara dan pimpinannya, hal ini sangat penting bagi Presiden Jokowi menunjuk seorang pembantunya di samping profesionalisme,”ungkapnya.

Jenderal polisi bintang tiga bernama lengkap Boy Rafli Amar Gala Datuak Rangkayo Basa ini lahir di Jakarta pada 25 Maret 1965. Ayahnya berasal dari Solok sedangkan ibunya dari Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat.
Ia adalah cucu dari sastrawan Indonesia, Aman Datuk Madjoindo. Boy menikah dengan Irawati dan telah dikaruniai dua orang anak.

Pada tanggal 29 November 2013, dia diangkat sebagai kepala kaum suku Koto, nagari Koto Gadang, Agam, dengan gelar Datuak Rangkayo Basa.

Boy Rafli Amar menempuh pendidikan di AKABRI bagian Kepolisian (AKABRI Kepolisian) dan lulus pada tahun 1988 dengan pangkat Letnan Dua Polisi (Letda Polisi). Pada tahun 1991 pangkatnya naik menjadi Letnan Satu Polisi (Lettu Polisi). Ketika berpangkat Kolonel Polisi pada tahun 1999, dia ditugaskan ke Bosnia sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV.

Karir Boy Rafli Amar mirip dengan Tito Karnavian yang melejit setelah menjabat Kapolda Papua. Hal yang sama juga, Boy juga saat ini menduduki jabatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Perbedaannya, mantan Kapolres Pasuruan, Jawa Timur ini banyak dikenal sebagai humas Polri.

Riwayat Jabatan
01—01—1988 Pamapta Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya
01—01—1989 Kanit Ranmor Sat Serse Polre4s Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya
01—01—1990 Kanit Resintel Polsek Metro Gambir Polda Metro Jaya
01—01—1992 Kasetops Puskodal Ops Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya
01—12—1993 Kasubnit Ranmor Dit Serse Polda Metro Jaya
01—11—1995 Mahasiswa PTIK
01—07—1997 Pama Polda Irja
01—12—1997 Kapuskodal Ops Polres Sorong Polda Irja
01—12—1998 Waka Polres Sorong Polda Irja
01—04—1999 Kasat Gaops Puskodal Ops Polda Irja
01—01—2000 PGS.Koorspripim Polda Irja
04—10—2001 PS.Kabag Sat Serse Um Dit Serse Polda Papua
08—05—2002 Pamen Ssepim Dediklat POLRI
14—12—2002 Kasat Patroli Dit Samapta Polda Metro Jaya
25—02—2003 Kasat Patko Dit Samapta Polda Metro Jaya
19—05—2003 Kasat V/Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya
09—02—2004 Waka Polres Metro Jakarta Utara Polda Metro Jaya
01—09—2004 Kapolres Kep. Seribu Polda Metro Jaya
02—01—2006 Kapolres Pasuruan Polwil Malang Polda Jatim
15—06—2007 Kanit Negosiasi Subden Penindak Densus 88/Antiteror
02—04—2008 Dir Reskrim Polda Maluku Utara
05—12—2008 Kapoltabes Padang Polda Sumbar
17—10—2009 Kabid Humas Polda Metro Jaya
18—11—2010 Kabag Penum Ropenmas Div Humas POLRI
27—06—2012 Karo Penmas Div. Humas POLRI
16—12—2014 Kapolda Banten
28—02—2016 Kadiv Humas POLRI
18—04—2017 Kapolda Papua
13—08—2018 Waka Lemdiklat POLRI
01—05—2020 Kepala BNPT

Harta Kekayaan Boy Rafli Berdasar LHKPN
1. Tanah dan Bangunan: Rp.4.901.434.000
2. Alat Transportasi dan Mesin: Rp.692.942.000
3. Harta bergerak lainnya: Rp.760.000.000
4. Kas dan Setara Kas: Rp.241.184.663
5. Hutang: Rp.144.058.000

Sumber: *(Red)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *