Fri. Feb 26th, 2021

Direksi Operasi dan Komersial Pelindo IV: Berikan Kemudahan Bagi Pengguna Jasa

Jurnalmetropol.com – Sebagaimana diketahui, dimasa pandemi covid-19, yang tanpa berkesudahan ini, membuat perekonomian nasional lesu. Dari sisi lain, 2peran Kepelabuhanan menjadi titik sentral untuk bangkit dan penopang perekonomian. Hal itulah yang terus dilakukan pihak operator pelabuhan-pelabuhan Indonesia,yang dikomandoi BUMN. Seperti yang dilakukan oleh Pelabuhan Indonesia IV, dalam rangka memudahkan pengguna jasa khususnya untuk kegiatan transhipment selama masa Pandemi Covid-19.

Dalam keterangan tertulis yang diberikan Jurnalmetropol.com, Jumat (15/1/2021), Direksi Operasi dan Komersial, PT Pelindo IV, M Adji menjelaskan, stimulus untuk kegiatan transhipment tersebut sudah diberikan Perseroan sejak Mei 2020 lalu.

“Di masa pertama, stimulus diberikan yang tadinya 1 – 3 hari menjadi 1 – 5 hari. Kemudian 1 – 5 hari menjadi 1 – 7 hari dan masa penumpukan peti kemas transhipment 1 – 7 hari menjadi 1 – 14 hari,”ujarnya.

Dia menambahkan, sampai saat ini, kegiatan pelayanan jasa kepelabuhan meliputi pelayanan kapal, bongkar muat barang dan peti kemas serta penumpang di seluruh wilayah kelolaan Perseroan tetap berjalan seperti biasa.

“Khusus untuk pelayanan penumpang tetap mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan penyediaan sarana dan fasilitas mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan. Pengaturan bekerja dari rumah (WFH) juga hanya diterapkan untuk karyawan back office,”terang M Adji.

Bahkan, kebijakan lockdown di beberapa negara akibat varian baru Virus Corona juga tidak terlalu berdampak pada sektor kepelabuhanan, di mana kegiatan ekspor dan impor di Pelabuhan Makassar, khusus Terminal Petikemas Makassar (TPM) dan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Balikpapan serta pelabuhan tujuan masih tetap berjalan normal.

“Kegiatan bongkar muat peti kemas Internatonal tetap berjalan normal. Hal ini tergambar dari kegiatan direct call ekspor di wilayah Pelindo IV yang masih tetap berjalan secara normal dan apabila dibandingkan dengan tahun 2019, mengalami peningkatan baik secara call kapal sebesar 173,91%,”ungkapnya.

Dia menyebutkan pada 2019 lalu, direct call ekspor Pelindo IV mencapai 46 call kapal. Jumlah itu meningkat menjadi 80 call kapal di 2020.

“Dari sisi throughput peti kemas internasional (TEU’s) juga mengalami peningkatan sebesar 142,23% yakni dari 21.566 TEU’s di 2019, menjadi 30.674 TEU’s pada 2020 lalu,”jelas Adji.

Direktur Operasi dan Komersial menambahkan, peningkatan kegiatan ekspor impor juga disebabkan adanya tambahan Main Line Operator (MLO) baru yaitu Maersk Line Group di TPM dan KKT, serta Alfa Trans di KKT.

Adapun lima komoditas terbesar yang diangkut adalah rumput laut, plywood, kulit mente, biji nikel dan cengkeh. Direktur Operasi dan Komersial,M Adji menuturkan bahwa Pandemi Covid-19 yang terjadi mulai kuartal II 2020 tidak terlalu berdampak signifikan terhadap traffic kapal di Pelindo IV.

“Hal yang menggembirakan pada pelayanan kapal karena mengalami peningkatan sebesar 8,6% dari 407 juta gross tonnage (GT) di tahun 2019 menjadi 442 juta GT pada 2020 lalu,” ujar Adji.

Meski begitu, dia mengakui juga ada sedikit penurunan secara year on year (YoY), terutama pada arus peti kemas yang di 2020 lalu mencapai 2,11 juta TEU’s dan turun sebesar 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 2,22 juta TEU’s.

“Begitu juga pada arus barang. Terjadi sedikit penurunan sebesar 2,1% yaitu dari 53,3 juta ton di tahun 2019 menjadi 52,2 juta ton pada 2020,”ujarnya.

Sebab akibat penurunan paling signifikan terjadi pada pelayanan penumpang yaitu sebesar 56% dari 6,5 juta orang pada tahun 2019 hanya 2,8 juta orang di tahun lalu.

Alasanya, karena adanya pembatasan mobilisasi masyarakat, serta ada beberapa wilayah di Papua yang memberlakukan lockdown disusul dengan pihak PT PELNI yang tidak mengoperasikan sementara kapal-kapal milik mereka. (Delly M)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *