Fri. Feb 26th, 2021

Kejari Mulai Mengusut Dugaan Korupsi Dana Tunjangan Profesi Guru Non PNS di Pinrang

Jurnalmetropol.com, Pinrang – 
Dugaan korupsi Dana Tunjangan Profesi Guru Non PNS di Pinrang kini mulai bergulir setelah Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Sulsel) limpahkan berkas pelaporan LSM-FP2KP ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pinrang.

Koalisi LSM Kabupaten Pinrang yang ambil bagian melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi Sulsel di Makassar.

Dari keterangan sumber yang diterima Jurnalmetropol.com. diketahui Kejaksaan Negeri (Kejari) Pinrang telah melakukan penyelidikan. Hal ini dibenarkan Kasi Intel Kejari Pinrang, Tomy Aprianto saat ditemui di kantor Kejaksaan Negeri Pinrang, Jum’at (19/2).

Menurut kasi Intel, pihaknya sudah menghadirkan Dinas terkait untuk dimintai keterangan. “Kami sudah menghadirkan pihak dinas terkait namun, kami tidak bisa memberikan penjelasan kepada pihak lain karena kami hanya bisa memberikan penjelasan kepada atasan dalam hal ini Kejaksaan Tinggi karena yang menugaskan kami adalah Kejati jadi kami mohon maaf yah kalau kami tidak bisa memberikan penjelasan,”kata Tomy Aprianto Kasi Intel Kejari Pinrang.

Sementara itu, Musakkir Kulasse, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pinrang yang tak lain adalah mantan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Kabupaten Pinrang itu, saat dimintai konfirmasi terkait kasus tersebut, belum bisa menjelaskan.

Nahrun Pelaksana Tekhnik Kegiatan (PTK) setelah beberapa kali untuk ditemui di ruang kerjanya kantor Dinas Pendidikan, akhirnya angkat bicara dan mengatakan.”Sebenarnya, masalah ini hanya merupakan kesalafahaman dari beberapa teman LSM karena, alur penyaluran dana tunjangan profesi guru ini, dari kementrian langsung masuk ke rekening masing-masing guru yang secara tekhnis itu regulasinya adalah vertikal jadi tidak ada keterlibatan kita soal dana tunjangan profesi guru tersebut, dan sebenarnya, kami sudah berkali kali menjelaskan kepada teman teman LSM bahkan saat dilakukan Hearing di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pinrang saat itu juga hadir dari pihak Bank BRI Cabang Pinrang agar pihak Bank bisa memberikan keterangan sehingga, apa yang dipersoalkan teman-teman LSM itu bisa dimengerti bahwa ini hanya karena kesalahpahaman saja,”kata Nahrun.

Kendati demikian, Ketua LSM-FP2KP, Andi Agustang Tanri TJoppo justru membeberkan hasil temuannya dan mengaku telah resmi melaporkan kasus ini, Ketua LSM-FP2KP kepada wartawan mengatakan “kasus ini resmi saya laporkan ke Kejaksaan Tinggi Sulsel di Makassar karena kasus ini perlu mendapat perhatian serius mengingat Panitia Kerja (Panja) yang di janjikan Dewan pada tahun lalu hingga kini tak kunjung dibentuk padahal, indikasi pelanggarannya sudah cukup kuat untuk mendorong pihak penegak hukum agar mengusut tuntas kasus ini dan data yang berhasil kami kumpulkan sudah lengkap bahkan Ketua LSM-FP2KP ini dengan tegas menyampaikan agar pihak penegak hukum segera menangkap oknum yang diduga koruptor,”tegas Andi Agustang Tanri Djoppo, Ketua LSM-FP2KP.

(Muh Saleh AR)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *