Wed. May 12th, 2021

Lima Poin MoU Pemkab Jember dengan Puslitkoka

Foto: Bupati Hendy dan Dr Agung Wahyu Susilo (Kepala Puslitkoka) saat menandatangi MoU tentang Claster Agribisnis Kopi dan Kakao

Jurnalmetropol.com, Jember – Kepala Pemerintahan Daerah Kabupaten Jember, Bupati Hendy Siswanto, sepakat dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) menuju Jember sebagai pusat kopi dan kakao Indonesia.

MoU diteken oleh Hendy Siswanto dan Dr Agung Wahyu Susilo (Kepala Puslitkoka) di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (24/4/2021).

Ada 5 poin penting yang disepakati, disampaikan oleh Sekdakab Ir. Mirfano, yang diteken. Pertama, pembentukan Brand Kopi Robusta dan Kakao Jember.
Kedua, Penataan kembali tata niaga kopi dan kakao menuju Jember sebagai pusat kopi dan kakao Indonesia berbasis claster. Ketiga, peningkatan produksi, produktifitas, dan kualitas kopi dan kakao. Keempat, peningkatan konsumsi domestik. Dan Kelima, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia dengan cara pelatihan dan pendampingan.

Mirfano juga menjelaskan yang menjadi sasaran adalah petani kopi dan kakao di Jember.

Bupati Jember, Hendy Siswanto, dalam sambutannya mengatakan bahwa klaster agribisnis kopi dan kakao ini nanti akan kita develope lagi, sesuai peran pemerintah yaitu supaya petani kopi dan kakao ini makmur.

Menurut Hendy, Pemkab memiliki kewajiban strategis sebagai pemimpin dan penguasa di daerah yang harus mengayomi seluruh stakeholder yang ada dan seluruh petani kopi dan kakao.

Bupati Hendy juga akan menghidupkan kembali koperasi kopi dan kakao yang selama ini tertidur. “Kita kolaborasi dengan OPD terkait dan kami akan membuat koperasi di Jember ini hidup kembali,”kata Hendy.

Sementara Kepala Puslitkoka, Dr Agung Wahyu Susilo, dalam sambutannya mengatakan, mengapresiasi inisiatif Pemda. “Mungkin ini sudah saatnya kami bersinergi dengan Pemkab Jember, wis wayahe,”katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Ia menyampaikan bahwa bisnis kopi dan kakao di Jember, dalam sejarahnya untuk mendukung perkebunan. Tetapi dalam perkembangannya peran Perkebunan besar semakin kurang sehingga peran perkebunan rakyat bisa dikembangkan lebih lagi.

(Sigit) 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *