Thu. Dec 2nd, 2021

Asap dari Gedung Basarnas Menyita Perhatian Para Pengguna Jalan

Jurnalmetropol.com – Suasana hiruk pikuk sesaat terjadi di lobi Gedung Basarnas Jl Angkasa Blok B15 Kav. 2-3 Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/11/2021) sekitar pukul 05.00 WIB.

Pagi itu, setelah mendengar alarm tanda kebakaran berbunyi, security dan para pengguna jalan yang kebetulan melintas di depan Gedung Basarnas melihat asap keluar dari sela-sela jendela lantai 1. Usut punya usut, telah terjadi kebakaran kecil di salah satu kamar di lantai 1 yang biasa digunakan untuk transit para pegawai di lingkungan Basarnas tersebut.

Kronologi kejadian itu bermula ketika petugas security mendengar bunyi alarm disertai asap yang keluar dari lantai 1. Petugas security kemudian mengecek sumber asap sembari menginformasikan kepada pegawai yang kebetulan berada di ruangan transit.

Informasi tersebut juga sampai ke mess Basarnas Special Group (BSG) yang ada di samping Gedung Basarnas. Mereka pun bergegas ke lantai 1. Saat itu, security juga melaporkan kejadian itu ke pemadam kebakaran cabang Kemayoran yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari Gedung Basarnas. Mereka datang menggunakan mobil Damkar lengkap.

Setelah ditelusuri, sumber asap diketahui dari kamar transit. Kamar tersebut dalam keadaan kosong dan terkunci. Akhirnya, personil para personil BSG dan petugas Damkar membuka paksa pintu. Agar asap keluar, mereka memecah kaca. Saat itulah, asap terlihat keluar dari gedung Basarnas yang menyita perhatian para pengguna jalan. Tak lama, informasi beredar melalui media sosial dan sejenisnya bahwa Kantor Basarnas terbakar.

“Saat dicek lebih detil, ternyata ada korsleting pada kulkas mini yang ada di ruangan tersebut. Sudah tidak ada api, karena sensor smoke detector dan fire detector bekerja sangat baik sehingga air langsung menyemprot dan memadamkan api yang kemungkinan sempat ada di ruangan tersebut,”jelas Anjar Sulistiyono, S.T., M.E.,Koordinator Substansi Humas Basarnas.

Kebakaran kecil itu tidak mengganggu aktivitas Basarnas sama sekali. Tidak ada korban. Tidak ada arsip atau material yang terbakar. Semua terkondisi dengan cepat dan baik.

“Ngga ada. Hanya jaringan listrik yang ke ruang transit itu saja dimatikan untuk diperbaiki. Kalau kerugian material ya hanya kulkas mini, karpet, dan jendela kaca yang terpaksa dipecah, itu saja,”imbuhnya.

Yang pasti, kejadian tersebut menjadi pelajaran sangat berharga bagi pegawai Basarnas, khususnya terkait pengelolaan jaringan kelistrikkan.

(Humas Basarnas/jmp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *