Thu. Dec 2nd, 2021

45 Tahun KKSS Canangkan Punya Kantor Permanen di Seluruh Indonesia

Jurnalmetropol.com – Pada usianya yang ke-45 tahun KKSS harus menampilkan leader dan pemimpin-pemimpin KKSS yang otentik, artinya pemimpin yang tampil punya orientasi yang kuat dan dapat bergerak dan menggerakkan organisasi sehingga eksistensi organisasi betul-betul dirasakan secara langsung oleh warga KKSS, seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia.

Untuk lebih efektifnya leader dan pemimpin KKSS yang otentik maka perlu sarana tempat beraktifitas yaitu di momentum 45 tahun ini, kita mencanangkan seluruh KKSS, BPP, BPW, BPD mempunyai kantor permanen. Kantor permanen artinya adalah kantor milik KKSS bukan milik ketua atau pengurus sehingga kantor tersebut menjadi warisan. Dalam hal ini BPP KKSS, BPW Gorontalo sudah punya kantor permanen.

Sementara BPW Kaltim, BPW Kaltara, BPW Bangka Belitung, BPD Batam semua dalam tahap rencana pembangunan. Kita berharap BPW-BPD yang lain melakukan program yang sama.

Harapan tersebut di atas disampaikan Ketua Umum BPP KKSS H.Muchlis Patahna, SH, MKn dalam pembukaan Muswil dan Pelantikan/Pengukuhan BPW KKSS Papua Barat, Sabtu (20/11/2021) di Manokwari, Papua Barat. Muchlis disertai Bendahara Umum KKSS Sri Asri Wulandari.

Pada kesempatan tersebut, Muchlis Patahna juga mengungkapkan perspektif ke depan KKSS sebagai organisasi peguyuban ditandai ciri globalisasi dengan kemajuan teknologi dalam bidang IT dan penghargaan kepada Hak Asasi Manusia.

“Ini memberikan inspirasi bagaimana eksistensi KKSS dan pentingnya KKSS mengambil peran dalam mendukung pembangunan nasional, dan itu sangat penting untuk membawa KKSS sebagai organisasi yang dapat tumbuh dan berkembang dalam tatanan baru abad 21,”papar Muchlis Patahna.

Ketua Umum BPP KKSS juga berpesan, dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat kita banyak perbedaan, tapi lebih banyak persamaan, kita lebih acap kali mengasah perbedaan ketimbang menajamkan persamaan, padahal melemahkan perbedaan dan mengasah persamaan akan menimbulkan saling pengertian, saling memahami dan saling toleran terhadap perbedaan, karena banyak perbedaan yang menjadi takdir yang tidak dapat ditolak. Perbedaan itu indah, tapi persamaan itu jauh lebih indah dan nikmat. Perbedaan yang seharusnya berkah, rahmat acap kali menjadi pemicu pertentangan bahkan sampai gesekan dan konflik.

“Maka dari itu tugas leader dan pemimpin KKSS mengedepankan pendekatan kerukunan sebagaimana nama organisasi ini dari generasi selama KKSS masih ada,”pungkas Muchlis Patahna. (Phinisi/jmp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *