Thu. Dec 2nd, 2021

Workshop PGRI: Bangkit Guruku, Maju Negeriku

Jurnalmetropol.com – PGRI Kabupaten Pinrang mengadakan Workshop Pendidikan dengan tema,”Bangkit Guruku, Maju Negeriku”. “Indonesia Tangguh, IndonesiaTumbuh”. Dilaksanakan di gedung guru atau gedung PGRI kabupaten Pinrang, Minggu (21/11/21).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber DR. H. Basri. S.Pd, M.Pd dilanjutkan dengan pemaparan pemateri II Subair, S.Pd, M.Pd (Juara Inobel 2019) dan Kuliati Amin, S.Pd, M.Pd (Guru Penggerak angkatan I).

Darmin, M.Si selaku Ketua PGRI dalam sambutannya mengatakan bahwa kita menggunakan kesempatan untuk menggali ilmu. “Ketika siswa diajar oleh guru yang tidak berkompeten Jangan harap siswa berprestasi,” lanjut Darmin.

Sementara itu DR. H. Basri, S.Pd, M.Pd menyampaikan bahwa orang pintar adalah orang yang mampu menempatkan diri di mana saja Bagaimana posisi kita hari ini untuk menjadi leadership untuk siswa-siswa kita semua yang kita lakukan untuk generasi mendatang.

“Guru harus adaktif dan menyenangkan media pembelajaran harus adaptif, karena yang menilai sekolah bukan guru tapi masyarakat,”lanjut Doktor Basri.

Pemateri I ini memberi kesempatan kepada 2 orang guru untuk bertanya atau menanggapi. Dan yang hadir tidak menduga kalau DR H. Basri turun dari panggung dan memberikan buku karyanya kepada dua orang penanya tersebut lalu berfoto bersama dengan pengurus PGRI kabupaten Pinrang.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan Subakir S.Pd M.Pd guru SMPN 2 Pinrang yang menjadi juara Inobel (Inovasi Pembelajaran) tahun 2019. “Metode lebih penting dari materi jiwa guru lebih diatas derajat dari metode.” Memang kita tidak bisa menutup diri dari perkembangan teknologi di era digital. Peradaban tidak bisa dihentikan oleh manusia kecuali dihentikan oleh Allah.”lanjut Subair.

Materi selanjutnya adalah Kuliati Amin S.Pd M.Pd salah seorang ibu guru penggerak angkatan I memotivasi agar guru bersabar dalam menjalankan tugas. Terus berkarya walau memang terasa sulit.

Salah seorang penanya yang mendapatkan buku adalah Dra. Siti Dahlia Azis dari SMA Negeri 3 Pinrang sempat memberikan apresiasi dan motivasi setelah diberi kesempatan oleh pemateri 2 dan 3.

“Walaupun usia saya tidak memenuhi syarat lagi untuk menjadi guru penggerak tapi saya akan tetap mendampingi guru-guru muda yang memang masih bisa berkarya, menggerakkan dan menginspirasi demi terwujudnya profil pelajar Pancasila dan mendukung Merdeka Belajar,” ucap Dahlia yang mendapat sambutan aplaus dan senyum manis dari guru serta support dari pengurus PGRI Kabupaten Pinrang. (sda/jmp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *