Thu. Dec 2nd, 2021

Ketum ISA Sidrap: Momentum Kebugis jadi Simbol Kesuksesan Perantau Asal Sidrap

Foto: Ir. Mahmud La Kaiya, Ketua Umum Ikatan Sarjana asal Sidrap

Jurnalmetropol.com – Hampir dipastikan setiap daerah memiliki organisasi kedaerahan diperantauan untuk menghimpun diaspora (penyebaran) masyarakatnya, salah satunya Kerukunan Keluarga Bugis Sidrap (KEBUGIS).

Organisasi sosial masyarakat Sidrap yang memiliki tujuan menghimpun masyarakat Sidrap diperantauan, dimana Kerukunan Keluarga Bugis Sidrap (KEBUGIS) juga merupakan pilar organisasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Hal tersebut diatas disampaikan oleh Ir. Mahmud La Kaiya, selaku Ketua Umum Ikatan Sarjana asal Sidrap, dalam keterangan tertulisnya yang diterima jurnalmetropol.com, Selasa sore (23/11)21).

Menurut Mahmud, dalam mencapai tujuan KEBUGIS dibutuhkan modal (capital) sebagai nilai potensial yang ada pada diri masing-masing anggota organisasi yang relative memiliki keanekaragaman baik dari strata sosial Pendidikan, organisasi maupun perilaku.

Dikatakannya bahwa keanekaraman bisa menjadi suatu kekuatan yang besar untuk mencapai tujuan besar organisasi baik tujuan internal maupun ekstenal.

“Modal Sosial (Social capital) merupakan serangkaian nilai atau norma-norma informal yang dimiliki bersama di antara para anggota suatu kelompok masyarakat yang saling terkait yang didasarkan pada nilai kepercayaan, norma-norma dan jaringan sosial,”jelasnya.

Sedangkan Modal Manusia (Human Capital) merupakan segala sifat yang tersedia di dalam manusia, mencakup kebiasaan, pengetahuan, atribut sosial, dan kepribadian (termasuk kreativitas) yang diwujudkan dalam kemampuan melakukan kerja sehingga menghasilkan nilai ekonomi.

“Posisi kedua modal ini dalam organisasi penguyuban sangat strategis dalam pemenuhan tujuan menjadikan organisasi bersifat kekeluargaan (sosial) menghasilkan nilai tambah (added value) ekonomi,”paparnya.

Disampaikannya bahwa lahirnya nilai-nilai ini sangat didukung oleh pengetahuan (knowledge) terhadap pentingnya nilai kepercayaan yang tertanam dalam organisasi secara keseluruhan, norma-norma tertulis (aturan) dan tidak tertulis (adab) dimiliki oleh setiap anggota organisasi dijunjung tinggi sehingga bisa memposisikan diri dalam mengurus organisasi.

“Kedua nilai tersebut akan melahirkan jaringan sosial yang menjalar dengan kuat dalam organisasi sehingga menjadi kekuatan untuk melakukan perubahan besar menuju organisasi yang kuat,”urainya.

Ketua umum ISA Sidrap juga mengatakan bahwa ketika organisasi menjadi kuat akan banyak melahirkan ide dan gagasan pengembangan organisasi khususnya penciptaan ruang-ruang ekonomi dan memutus ruang-ruang politik praktis yang membonsai jaringan sosial yang sudah terbangun.

Mahmud juga berharap bahwa dalam menjadikan KEBUGIS sebagai organisasi penguyuban sekaligus pilar KKSS yang kuat kedepan dibutuhkan kebersamaan (tidak ada sekat, matikan egoism individu, jadikan satu komando) sebagai komitmen masyarakat Sidrap diperantauan yang dikenal kecerdasannya dan keberaniaannya untuk menampilkan KEBUGIS di pentas bumi nusantara bahkan dunia sebagai simbol kesuksesan masyarakat Sidrap diperantauan.

“Tentu semangat ini dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengatur dan mengendalikan modal sosial (human capital) dan modal manusia (human capital) yang dimiliki organisasi. Dan Insya Allah “KEBUGIS MAMPU” dibawah kepemimpinan bapak H.Mashur Bin Mohammad Alias,”tutup Mahmud diakhir pernyataannya. (jmp)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *