Sun. Aug 14th, 2022

Ditresnarkoba Polda NTB Kembali Ungkap Sindikat Narkotika

Jurnalmetropol.com – Jajaran Polda Nusa Tenggara Barat melalui Dirresnarkoba Polda NTB kembali mengungkap sindikat narkotika yang bertindak sebagai geng gudang yang kerap melakukan transaksinya di Bumi Patuh Karya Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.

Kiprah PR alias Don sebagai pemasok, genk sekaligus seller narkotika golongan I jenis ganja berakhir sudah.
Don diringkus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB ditengah jalan, tepatnya di Lintas Montong, Lombok Timur (Lotim) pada Senin (1/8/2022), usai mengambil paket kiriman ganja menggunakan kardus, di jasa ekspedisi seberat Seribu Delapan Ratus Delapan Belas Koma Tiga Puluh Dua Gram  atau satu koma tujuh kilogram.

“Penangkapan Don berdasarkan informasi, bahwa akan ada pengiriman barang dari Lampung dengan tujuan Lombok. Hasil penyelidikan kemudian ditindaklanjuti dengan menangkap tersangka, pada hari H dan jam 10.00 telah dilakukan penangkapan di TKP dan saat melakukan penangkapan kita menemukan Barang Bukti seberat Seribu Delapan Ratus Delapan Belas Koma Tiga Puluh Dua Gram atau satu koma tujuh kilogram,”ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, SIK, M. Si., saat Konferensi Pers, di ruangan Ditresnarkoba Polda NTB, Jumat (05/08/2022).

Didampingi Wadir dan Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB, Artanto menyebut, selain paket ganja, pihaknya juga berhasil menyita sejumlah barang bukti lainnya. ‘Seperti alat timbang elektrik, satu unit handphone serta sepeda motor tersangka. Barang bukti tersebut,’kata Artanto, diperoleh usai penangkapan Don.

“Dari hasil penangkapan di jalan, kemudian dikembangkan lagi dan bergeser ke rumah tersangka untuk melakukan pengggeledahan dan saat rumah tersangka digeledah di Sikur, Lombok Timur ditemukan alat yang digunakan sebagai sarana untuk memecah atau memilah milah lakban tersebut yaitu berupa alat timbangan yang digunakan oleh pelaku guna memisah misahkan dan mengecilkan barang bukti untuk dijual. Dari keseluruhan barang yang ditemukan yaitu ada paket ganja yang sebagaimana yang saya sampaikan didepan, satu unit tab samsung, handphone, satu unit sepeda motor, kemudian satu timbangan elektrik.” ungkap Artanto.

Dari hasil pengambilan keterangan, lanjut Artanto, sebelum tertangkap tersangka mengaku sudah melakukan pengiriman ganja melalui jasa ekspedisi sebanyak tiga kali. Keuntungan yang dihasilkan dari berbisnis ganja, cukup tinggi. Jika dijual perpaket, tersangka melepas dengan harga Rp.10 juta.

Namun setelah dipecah perpoketnya, tersangka melepas dengan harga Rp. 800 ribu. Dengan total keuntungan tembus Rp. 2 juta sampai Rp. 3 Juta. Barang tersebut dijual dan dipasarkan tersangka di Lotim dan Kota Mataram.

“Tersangka akan menjual dan memecah barangnya, ketika sudah ada pemesan. Jadi barang diambil dari ekspedisi tidak langsung dijual begitu saja,”terangnya.

”Untuk pasal yang dikenakan kepada tersangka yaitu pasal 111 undang– undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara dan juga pasal 114 sama ancaman hukuman maksimal paling lama 40 tahun demikian rilisan kami tentang pengungkapan kasus,’tegasnya.

Sebaliknya, dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Artanto mengimbau masyarakat, jika
menemukan barang mencurigakan, siapapun yang membawa dan mengambilnya serta  menguasainya segera ambil inisiatif untuk melaporkannya ke pihak Polda NTB.

“Pasti kami akan tindak lanjuti, dengan fast response dan tidak memandang siapapun,”pungkasnya. (anang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *