October 2, 2022

Peringati HUT RI ke-77, Menguatkan Rasa Kemerdekaan

Foto: Roy Wijaya sang Sutradara

Jurnalmetropol.com – Apa yang ada dalam benak kita ketika memperingati hari kemerdekaan negara kita, Republik Indonesia.? Pasti yang terbersit dalam pikiran kita adalah bahwa bangsa kita telah terbebas dari penguasaan, pengekangan dan penindasan dari bangsa asing, Portugis, Belanda dan Jepang.

Umumnya kita memahami kemerdekaan itu secara fisik. Padahal merdeka bukan hanya sekadar tidak dijajah secara fisik. Pernahkah kita menanyakan pada hati dan merdekahkah kalbu kita dari rasa dusta yang mengingkari bathin kita.

Karena merdeka pada hakikatnya, harus dimaknai sebagai daulat atau memiliki kedaulatan dalam menentukan sendiri pilihan yang diharapkan untuk masa depan bangsa dan negara, apa lagi cinta.

Kemerdekaan, dengan demikian adalah kebebasan, kemampuan, kedaulatan dalam membuat pilihan masa depan yang diharapkan. Sepanjang kita terkungkung dengan pilihan yang terbatas, sesungguhnya kita belum benar-benar merdeka. Apalagi bila pilihan kita dibatasi oleh ketidakberdayaan terhadap mimpi dan angan angan yang selalu membelenggu pikiran dan perasaan.

Sejauh mana kita berdaulat, sebesar itulah kemerdekaan yang kita miliki. Karena kedaulatan yang kuatlah yang membuat orang lain hormat dan segan. Tetapi bila kedaulatan kita terbatas, jangankan negara besar, negara kecil tetangga pun berani ‘ngece’ mempermainkan kita.

Apalagi berbicara masalah kemerdekaan, kerap kita jumpai kalimat-kalimat yang naif yang dituliskan dan diucapkan dengan lisan yang tidak merasa berdosa mengatakan bahwa negeri ini belum merdeka. Apa yang terpikir oleh orang-orang seperti ini.

Apakah mereka tidak pernah belajar menghargai sejarah Indonesia? ataukah setumpuk kekecewaan yang ada dibenaknya? tentang hidup dan masa lalunya. Tapi apapun itu, kalimat tersebut tentunya sangat menyakiti hati para pahlawan kita yang telah berjuang dengan jiwa dan raganya untuk kebebasan yang kita peroleh saat ini.

Sudah selayaknya kita bercermin dan melihat arti dan makna kebebasan yang kita peroleh saat ini, anak-anak masih bisa bersekolah tanpa ada ancaman, orang tua masih bisa bekerja tanpa intervensi dan paksaan. Berbeda halnya dengan saudar-saudara kita yang ada di jalur Gaza, mereka sangat merindukan hal-hal yang sudah kita peroleh saat ini.

Bagaimana Indonesia akan menjadi negara yang maju jika mental bangsa ini masih mengeluh dengan perasaan yang tidak merdeka. Sudah seharusnya tiap individu memberikan kontribusi dan aura positif bagi perkembangan ibu pertiwi.

Maka untuk itu, semangat pemuda harus kembali dikobarkan layaknya pemuda-pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. semangat para pemimpin kembali digaungkan untuk komitmen memajukan negara yang kita cintai dan bukan cinta mencintai egoisme hati dan perasan kita.

Semangat!!! Selamat Ulang Tahun Indonesia 77 Tahun Merdeka.

Oleh: Roy Wijaya sang Sutradara

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *