October 2, 2022

Ketua Aksi Peduli Lombok, Dampingi HBM Berikan Bantuan kepada Amaq Erun dan Anaknya

Jurnalmetropol.com – Ketua Aksi Peduli Lombok dampingi dermawan H. Bambang Muntoyo memberikan bantuan untuk Amaq Erun dan anaknya Mahsun, yang menderita sakit sejak 10 tahun lamanya, bantuan tersebut sebesar Rp. 2.600.000, dari seorang pengusaha di Pulau Lombok H. Bambang Muntoyo, Jumat (16/9/2022).

Ketua Aksi Peduli Lombok Hayat menjelaskan, sehari sebelumnya kami juga sempat menyampaikan amanah berupa Kursi Roda dan Donasi dari Hamba Allah, BSC Lombok dan SMAN 1 Kuripan Kabupaten Lombok Barat.

Amaq Erun yang sudah berusia 75 tahun mengalami sakit Stroke dan anaknya Mahsun berusia 44 tahun mengidap penyakit Hidrosefalus, yang beralamat di Desa Dasan Geres Kabupaten Lombok Barat.

“10 tahun lamanya ayah dan anak ini hanya bisa terbaring lantaran sakit yang mereka derita. Kini mereka dirawat oleh anak dan saudara perempuan yang hanya bekerja serabutan,”ujar Hayat.

“Sementara keduanya tidak lagi mendapatkan bantuan dari Pemerintah setempat, seperti BPJS, BLT, dan PKH,”ucapnya.

“Sehingga terasa sulit untuk menjalani cek kesehatan atau mencukupi kebutuhan sehari-hari,”pungkasnya.

“Alhamdulillah kini ada seorang dermawan yang mengulurkan bantuan untuk sedikit meringankan beban mereka, yakni Haji Bambang Muntoyo seorang pengusaha dari Lombok Mataram,”jelasnya.

“Mari jika ada yang berhajat sedikit berbagi untuk membantu meringankan beban mereka, semoga bermanfaat untuk mereka,’harapnya.

‘Terimakasih para dermawan, semoga ini menjadi amal baik bagi para dermawan,”tandas Hayat.

Sementara di tempat yang sama, Haji Bambang Muntoyo yang kerap disapa HBM ini menjelaskan, saya sering di hubungi sama Ketua Aksi Peduli Lombok, kalau ada orang yang betul-betul tidak mampu dan orang sakit seperti Amaq Erun dan anaknya ini, pasti kami bantu.

“Semoga bantuan ini dipergunakan dengan baik, dan para pengusaha yang lain di Pulau Lombok agar tersentuh hatinya, untuk mengulurkan bantuan kepada Amaq Erun dan anaknya,”pungkas HBM.

Masih banyak sekali masyarakat tidak mampu yang menderita sakit, dan tidak dapat berobat ke rumah sakit, karena terkendala biaya.

“Jangankan untuk kerumah sakit, untuk kebutuhan makan sehari-hari saja mereka kesulitan, tetap masih belum bisa terdeteksi oleh Pemerintah Daerah setempat,”ujar HBM.

HBM berharap, semoga pihak Kadus maupun Kades setempat segera memberikan info kepada pihak Pemerintah setempat, agar segera mengetahui bila ada warganya yang menderita sakit dari kalangan warga miskin, agar segera tertangani oleh pihak rumah sakit.

“Disinilah peran Kadus maupun Kades untuk mendata, bila ada warganya tidak mampu yang menderita sakit kronis, untuk segera dilaporkan pada Pemerintah setempat, supaya bisa tertangani dengan cepat,”harap HBM. (Rahmat)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *