September 27, 2022

Loyalis Gede Gunanta Kawal Sidang Kasus ITE

Jurnalmetropol.com – Persidangan kasus pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE, dengan terdakwa inisial IMS yang digelar di Pengadilan Negeri Mataram, terus dikawal umat Hindu Pulau Lombok yang tergabung dalam Loyalis Gede Gunanta (GG). Pasalnya, terdakwa IMS yang tetap ngotot tidak mau melepas jabatan sebagai Ketua Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB itu, dianggap telah menciderai marwah PHDI dan umat Hindu NTB.

Setelah gagal mendapat izin menggelar aksi damai dari Polresta Mataram dengan dalih Covid-19, pada Kamis (22/9/2022), dengan mengenakan Pakaian Adat Madya loyalis Gede Gunanta dari berbagai elemen umat Hindu, dengan tertib mengisi kursi ruang sidang PN Mataram sebagai bentuk dukungan moral kepada korban pelapor.

Ketua Sabha Walaka (Dewan Penasehat) PHDI Pemurnian NTB Anak Agung Made Jelantik ABW., yang merupakan putra tertua Penglingsir Puri Agung Cakranegara Anak Agung Biarsah Haruju Amla Nagantun mengungkapkan, kehadiran loyalis Gede Gunanta di persidangan itu untuk mensuport warga Hindu (Gede Gunanta) sebagai korban pelapor.

“Kami merasa bahwa yang benar itu harus didukung. Oleh karena itu dalam kasus ini kami harus mensuport GG (Gede Gunanta, red), sebagai pihak yang menurut kami berada di pihak yang benar, dalam hal ini pelapor berada pada jalur yang benar yaitu mempertahankan haknya,”katanya.

Sapaan Anak Agung Made itu berharap, persidangan kasus ITE yang menyeret IMS yang didukung lebih dari 100 advokat itu berjalan tanpa motivasi di luar keadilan.

“Kami tetap menghormati proses hukum dan kami mendukung aparat penegak hukum dalam penanganan kasus ini”ujarnya.

“Itulah maksud kedatangan kami di sini, selain mensuport pihak pelapor, kami juga mendukung majelis yang terhormat ini agar bisa memberikan keadilan dengan seadil-adilnya,”ujar Anak Agung Made.

Senada, Ketua Majelis Agung Windu Sesukeraning Jagat (MAWSJ) Lombok I Gede Gunawan Wibisana, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran perwakilan berbagai elemen umat Hindu dalam persidangan kasus ITE itu, sebagai bentuk dukungan kepada APH agar tetap mengedepankan profesionalisme.

“Kehadiran jajaran MAWSJL diharapkan dapat memberikan kesan tersendiri, terhadap tim JPU (Jaksa Penuntut Umum, red) maupun Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara, bahwa sesuai dengan ketentuan pasal yang didakwakan oleh JPU, JPU diharapkan benar-benar profesional dalam melaksanakan tupoksinya selaku penuntut umum yang mewakili negara,”tandasnya.

Menurut Gunawan, pihaknya sangat menyayangkan tidak dilakukannya penahanan terhadap terdakwa IMS, hanya karena terdakwa masih mengklaim sebagai Ketua PHDI NTB.

MAWSJL juga merasa prihatin karena jika terdakwa tetap dibiarkan di luar tahanan, maka dikhawatirkan akan membuat banyak keresahan umat.

“Sebagai contoh nyata adalah betapa terdakwa yang masih aktif memposisikan diri selaku Ketua Harian PHDI Provinsi NTB, sementara posisinya sudah menjadi ‘terdakwa’ yang sudah tidak layak lagi selaku pimpinan umat, terlebih sebagai ketua lembaga keumatan yang terhormat seperti PHDI,”beber Gunawan.

Mendukung pernyataan Ketua MAWSJ Lombok, Ketua PHDI-P Pinandita Mangku Rena menyampaikan, kehadiran perwakilan umat Hindu dalam mengawal persidangan kasus ITE tersebut, selain untuk memberi dukungan kepada korban pelapor, juga sebagai bentuk keprihatinan dalam proses penegakan hukum.

“Ini dibuktikan bahwa terdakwa pada kasus ITE ini tidak ditahan sesuai aturan, sehingga masih terlihat melakukan beberapa aktivitas yang justru dapat mempengaruhi kondusifitas masyarakat. Kami ingin memastikan agar Pengadilan Negeri Mataram ini adalah tempat yang tepat, untuk mengadu ketika masyarakat mengharapkan sebuah keadilan,”tuturnya.

Dikonfirmasi terkait dukungan berbagai elemen umat Hindu yang tergabung dalam Loyalis GG, Gede Gunanta selaku korban pelapor merasa terharu dan menyampaikan apresiasi, atas suport yang pada prinsipnya bertujuan untuk keadilan.

“Terus terang hanya beberapa yang saya kenal, tetapi saya yakin beliau-beliau yang simpati dan mendukung ini,”jelasnya. (Anang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *