December 6, 2022

Guru Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkumham NTB, Serentak Mengajar di Lima Sekolah

Jurnalmetropol.com – Guru Kekayaan Intelektual (RuKI) dari Kanwil Kemenkumham NTB serentak mengajar di 5 (lima) sekolah baik Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama di seluruh Kota Mataram, Rabu (28/9/2022).

Sebanyak 10 orang Penyuluh Hukum dari Kanwil Kemenkumham NTB, memberikan edukasi terkait Kekayaan Intelektual kepada para siswa di SD Negeri 2 Cakranegara, SD Negeri 7 Mataram, SMP Negeri 2 Mataram, SMP Negeri 6 Mataram dan SMP Negeri 15 Mataram.

Kegiatan tersebut merupakan program Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) ini adalah upaya memperkenalkan pentingnya Kekayaan Intelektual kepada para pelajar di Kota Mataram.

Adapun kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Divisi Administrasi dan Kepala Divisi Pemasyarakatan serta Direktur Diseminasi dan Penguatan Hak Asasi Manusia yang berpusat di SMPN 2 Mataram.

Saefur Rochim selaku Kepala Divisi Administrasi, berharap kegiatan DJKI Mengajar ini dapat memberikan manfaat kepada generasi muda agar semangat berkarya di masa depan.

“Melalui pendidikan KI sejak dini, mereka jadi bisa tahu pentingnya perlindungan KI sehingga nantinya mereka bisa melahirkan karya cipta tanpa takut karya mereka nantinya akan diambil orang lain,”tutur Rochim.

Kegiatan DJKI mengajar ini serentak dilaksanakan di 33 Provinsi dengan melibatkan 346 orang RuKI. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, turut meramaikan DJKI Mengajar dengan melakukan kunjungan ke Sekolah Dasar Negeri Percontohan PAM di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dasar kepada anak-anak mengenai pentingnya melindungi kekayaan intelektual (KI).

Tidak hanya itu, Yasonna juga mengenalkan KI kepada sekitar 5 ribu siswa siswi anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh Indonesia yang terhubung melalui aplikasi Zoom.

Kehadiran Yasonna di Makassar juga turut didampingi oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Razilu.

Razilu menambahkan, bahwa semangat terselenggaranya DJKI Mengajar 2022 berangkat dari pemahaman bahwa sekolah merupakan lembaga pendidikan yang berperan membina dan mengembangkan minat serta bakat siswanya.

Tentunya hal tersebut berkaitan erat terhadap terciptanya suatu inovasi. “Melalui program DJKI Mengajar ini, semoga dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya perlindungan KI serta meningkatkan semangat pelajar dalam berinovasi dan berkarya dengan menjunjung tinggi originalitas,”pungkas Razilu. (Rahmat)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *