December 6, 2022

Tidak Ingin Repotkan Keluarganya, Kakek Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri 

Jurnalmetropol.com, Mataram – Karena tidak ingin menyusahkan keluarganya seorang Kakek berusia 80 tahun (Ang Siong) di lingkungan Melayu Timur, Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara Gantung diri, Kamis (24/11/2022).

Kapolsek Ampenan AKP Faesal Aprihadi SH menceritakan kejadian yang menimpa warga di wilayah hukumnya tersebut diketahui atas laporan yang masuk dari masyarakat.

“Mendapat laporan dari masyarakat Kepala unit SPKT Polsek Ampenan beserta seluruh piket fungsi langsung mendatangi lokasi kejadian,”jelasnya.

Saat tim sampai di lokasi, melihat korban yang masih dalam keadaan tergantung dengan seutas tali plastik kemudian diturunkan dengan membuka ikatan yang terikat diruang tengah rumah korban.

Melihat peristiwa tersebut anggota Polsek Ampenan langsung melakukan koordinasi dengan Satreskrim Polresta Mataram dan Rumah sakit Bhayangkara Polda NTB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kapolsek Ampenan, bahwa korban dilihat pertama kali oleh saksi yang merupakan anak korban saat mampir ke rumah tempat kejadian untuk menjengok bapaknya.

Karena melihat hal itu, saksi langsung memanggil tetangga yang kemudian melaporkan ke kantor kelurahan dan Polsek Ampenan.

Menurut keterangan saksi, pria 80 tahun tersebut Bapak kandungnya, ia tinggal sendiri di rumah tersebut sedang saksi beserta istri dan anaknya tinggal di wilayah Sandik sambil mengasuh ibu kandungnya (isteri Korban) yang lagi sakit stroke. Kesehariannya Saksi selalu mampir kerumah dimana bapaknya tinggal sendirian di setiap menjemput anaknya pulang sekolah.

“Jadi bapaknya saksi (korban) tinggal sediri di rumah tersebut, untuk kebutuhan makannya ditangani oleh catering tiap hari, sedang saksi setiap jemput anaknya sekolah selalu mampir menjengok bapaknya,”beber Faesal meniru cerita saksi.

Menurut saksi, kemaren (23/11) ia bertemu dengan korban dan sempat ngobrol terkait penyakit Prostat yang dideritanya. Kemudian saksi sepakat untuk melakukan operasi. Karena sudah cukup ngobrol kemudian saksi pulang ke rumahnya di wilayah Sandik.

“Jadi pada saat ingin menengok bapaknya hari ini (24/11) Saksi terkejut melihat korban tergantung di ruang tengah rumah tersebut,”jelasnya.

Setelah tim dari Reskrim Polresta Mataram dan Petugas Rumah Sakit Bhayangkara tiba dilokasi korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara sementara petugas mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi lainnya.

“Saat ini kami masih melengkapi beberapa keterangan, dan melakukan olah TKP, korban saat sudah di RS Bhayangkara,”jelasnya.

“Sementara kuat dugaan kami peristiwa ini perbuatan bunuh diri, namun demikian kami juga tetap melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini,”pungkasnya. (Rahmat)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *