May 20, 2024

Danseskoal Jadi Keynote Speaker pada Seminar Nasional Uni Konservasi Fauna IPB

Pena7.com, Bogor — Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) menjadi Keynote Speaker pada acara Seminar Nasional Ekspedisi Batas Negeri Kepulauan Mapia, Supiori, Papua, yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Sabtu lalu (02/03).

Seminar Nasional Ekspedisi Batas Negeri Kepulauan Mapia tersebut merupakan puncak dari publikasi Ekspedisi Batas Negeri Uni Konservasi Fauna IPB 2018. Seminar dengan tema “Pesona Bahari & Kearifan Lokal Kepulauan Mapia” selain Danseskoal sebagai Keynote Speaker, hadir pula sebagai pembicara lainnya yaitu Bupati Supiori Drs. Jules F. Warikar, M.M., Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ITB Prof Dr. Ir. Dietriech G. Bengen, DEA dan Direktur Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Ir. Balok Budiyanto, M.M.

Pada paparannya Danseskoal menjelaskan bahwa Kepulauan Mapia memiliki gugus pulau kecil terluar, Pulau Fanildo dan Pulau Brass, yang terletak di utara Papua dan berbatasan langsung dengan Republika Palau.

Disampaikannya bahwa Kepulauan Mapia tersebut memiliki nilai yang sangat strategis bagi Indonesia, sekaligus memiliki kerawanan pada setiap dimensi ruang, yaitu di daerah pesisir, permukaan laut, dalam air, dasar laut, dan udara. Pengamanan Kepulauan Mapia menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa guna menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, pengelolaan Kepulauan Mapia meliputi masalah pertahanan, keamanan, dan penegakan hukum serta masalah kesejahteraan, keamanan sosial, dan kesetaraan akses terhadap perekonomian. Bersama-sama dengan aparat TNI lainnya, Polri, Kementerian terkait, masyarakat dan akademisi, TNI-AL melaksanakan tugas mengamankan Kepulauan Mapia dan menjaga perbatasan maritim berdasarkan kebijakan Pemerintah, Panglima TNI dan Kasal.

Dalam kegiatan tersebut, Danseskoal juga mengatakan bahwa untuk mewujudkan tugas pengamanan pulau kecil terluar dan menjaga perbatasan maritim, maka dilaksanakan strategi yang terintegrasi dan sinergis dari seluruh pihak sehingga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap tegak dan kokoh. Adapun strategi tersebut meliputi Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) serta pemberdayaan wilayah pertahanan yang diimbangi dengan kebijakan sentralisasi pengelolaan pulau kecil terluar oleh pemerintah pusat. (Red)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *